Hukrim  

Keluarga PMI Korban Penembakan di Malaysia Ingin Korban Dimakamkan di Lombok

banner 120x600

Selong, DS-Keluarga PMI korban penembakan di Malaysia terus berupaya agar jenazah Gafur bisa dibawa pulang. Saat ini jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu sedang berada di Rumah sakit dan ditangani kepolisian Malaysia.

Sebelumnya , jenazah Gafur sempat akan dikuburkan di Malaysia. Namun, Pemerintah Desa Waringin telah bersurat ke Disnakertrans Lotim, Bupati Lotim dan BP3MI untuk membantu pemulangan jenazah Gafur.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Gafur (30), PMI asal Dusun Kecego Daya, Desa Waringin, Kecamatan Suralaga ditemukan tewas di tempatnya bekerja di kawasan Hulu Hiyah, Malaysia Timur, Senin malam (29/7) lalu.

“Gafur pertama kali ditemukan oleh adik sepupunya yang saat itu bekerja di kawasan yang sama tetapi beda tempat. Adiknya di atas sementara almarhum di kawasan yang di bawah,” terang Kepala Dusun Kecego Daya, Desa Waringin, Taufikurrahman, Senin (05/08/2024)

Berdasarkan informasi dari sepupu almarhum bernama Rahman, beberapa menit sebelum kejadian, ia mendengar suara tembakan berkali-kali dari arah tempat Gafur bekerja. Mendengar suara itu, adik korban langsung mendatangi lokasi dan menemukan Gafur sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Korban diduga ditembak oleh oknum suku pedalaman Malaysia saat hendak menyelamatkan barang-barang miliknya yang ingin dirampok. Gafur mengalami sejumlah luka tembak di bagian perut, leher dan wajah.

“Berdasarkan pengakuan warga kami yang sudah pulang, Kawasan itu memang dikenal rawan, sering hilang barang-barang di sana. Mulai dari buah sawit, kompor gas, dompet dan barang-barang berharga lainnya. Karena banyak warga kami berkeja ditempat itu,” tuturnya.

Sementara itu, Baiq Padmi istri Gafur, menceritakan bahwa sebelum kejadian itu, ia sempat video call bersama suaminya yang saat itu dalam keadaan sehat. Almarhum suaminya hanya mengeluhkan sering kehilangan barang-barang di tempatnya bekerja.

“Tumben juga malam itu kami Vidio callnya cukup lama. Dia bercanda-canda sama anak-anak, terutama yang kecil. Dia sempat bilang agar jaga anak-anak dengan baik,” ungkapnya.

Korban sebelum ditemukan meninggal, sempat ingin kabur dari tempat tersebut bersama adik sepupunya pada awal bulan Agustus. Namun karena gaji bulan lalu tidak kunjung keluar, ia terpaksa diam sambil menunggu gaji.

Korba baru sembilan bulan di Malaysia Timur. Ia berangkat melalui jalur ilegal bersama beberapa orang. Gafur berangkat di saat anaknya yang kedua masih di dalam kandungan. Korban meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.

“Cuman satu harapan saya. Kami ingin suami saya di pulangkan. Saya ingin melihat dia untuk terakhir kalinya, meskipun sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kami harap pemerintah bisa bantu kami,” tandasnya dengan mata berkaca-kaca.

Terpisah, kepada Dinas Disnakertrans Lotim Muhammad Hairi menyampaikan pihaknya akan segera mengecek data PMI asal Desa Waringin yang meninggal tersebut. Karena berangkat melalui jalur ilegal data korban korban sulit terdeteksi. Meski demikian pihaknya tetap akan berusaha untuk memulangkan jenazahnya.

“Kita koordinasi dulu dengan BP2MI terkait dengan hal ini. Tetap kita atensi juga, karena itu tanggung jawab kami,” cetusnya.li