LOTENG, DS-Gawe Desa layanan terintegrasi berlangsung di Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Kamis (22/8), dibuka Wakil Bupati Dr. H. Nursiah.
Hadir sejumlah OPD Layanan dan stakeholder yang terlibat dalam pemberian layanan, termasuk LPA NTB, Telkomsel, Baznas, LIDI Foundation dan Yayasan Plan Internasional. Gawe Desa yang dihadiri ratusan penerima manfaat diarahkan pada upaya pencegahan perkawinan anak.
Kepala Bapperida Lombok Tengah, H. Lalu Wiranata, melaporkan terkait kasus perkawinan anak yang cukup tinggi di Kabupaten Lombok Tengah.
Salah satu formula yang dilakukan melalui Gawe Desa yang berkolaborasi dengan berbagai pihak dengan tujuan mendekatkan anak dan orangtua melalui layanan terintegrasi.
Dalam Gawe Desa itu, Lalu Wiranata menyebutkan menyasar diantaranya anak yatim, anak putus sekolah, anak PMI, anak korban perkawinan anak dan anak rentan lain.

Dibuka layanan administrasi kependudukan berupa 70 KTP untuk remaja, bantuan sembako, alat bantu dan kursi roda untuk 10 disabilitas, pelayanan 106 anak stunting, layanan KB termasuk pengurusan pajak kendaraan, bumi dan bangunan.
Pada Gawe Desa yang menyasar juga tokoh masyarakat dan para kadus itu, berlangsung pula sosialisasi pencegahan perkawinan anak melibatkan PKK Loteng.
Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. Nursiah, mengatakan banyak tugas dalam Gawe Desa. seperti begawean pada umumnya sehingga berbagai layanan disediakan di satu tempat.
Kata Nursiah, salah satu yang menjadi perhatian di Lombok Tengah adalah perkawinan anak. Disebabkan data kasus yang tinggi maka menjadi perhatian mengingat dampak yang ditimbulkan sangat kompleks.
“Tidak mungkin mengatasinya sendiri sendiri sehingga dilakukan kolaborasi berbagai pihak. Siapapun anak yang akan menikah diberikan pengertian dan pemahaman sehingga dapat dikendalikan, ” papar Nursiah.
Wabup mengatakan jumlah anak rentan seperti stunting di Lombok Tengah mencapai belasan ribu orang yang terganggu selain kesehatan juga perekonomian. Tidak sedikit diantaranya berasal dari hasil perkawinan anak. Karena itu Wabup berharap agar begitu tamat sekolah tidak menikah.
Kader Posyandu diminta menyosialisasikan kepada masyarakat dalam berbagai momen seperti pengajian. “Karena Gawe Desa bermanfaat dalam menekan kasus perkawinan anak, ” katanya.
Ia berharap Gawe Desa direplikasi desa-desa lain. Bahkan Wabup berharap seluruh desa bisa mengadakan Gawe Desa untuk mengurangi kerentanan anak di desa. Ian














