Kebakaran di Desa Selengen, Polsek Kayangan Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Kebakaran di Desa Selengan
banner 120x600

Lombok Utara, DS – Kebakaran terjadi di pekarangan rumah kosong di Dusun Tampes, Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, pada Jumat malam, 15 November 2024. Kendati si jago merah berkobar, tidak ada korban jiwa.

Kebakaran tersebut dilaporkan oleh  David Tampes pada pukul 18.45 WITA. Piket Polsek Kayangan pun segera menuju lokasi kejadian dan tiba sekitar pukul 19.00 WITA, bersamaan dengan petugas pemadam kebakaran dari wilayah Kecamatan Kayangan. Setibanya di lokasi, mereka menemukan bahwa kebakaran hanya melibatkan semak-semak atau rumput kering yang sudah meninggi di pekarangan rumah kosong tersebut, tanpa merusak bangunan rumah.

David yang melaporkan kejadian ini, menyampaikan tidak mengetahui siapa pemilik rumah kosong tersebut– yang diperkirakan telah ditinggalkan selama hampir sepuluh tahun. Ia menghubungi pihak kepolisian karena khawatir kabel di sekitar rumah ikut terbakar. David juga menduga bahwa kebakaran ini kemungkinan disebabkan oleh tindakan iseng seseorang, meskipun ia tidak mengetahui siapa pelakunya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Kayangan, IPTU Dwi Maulana, menyampaikan bahwa kebakaran berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 19.25 WITA.

“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kebakaran hanya melibatkan semak-semak kering dan tidak merusak bangunan rumah. Kami akan terus menyelidiki penyebab kebakaran ini,” ujar IPTU Dwi Maulana.

Belum diketahui kerugian yang dialami akibat kebakaran tersebut mengingat rumah tersebut telah lama kosong.

IPTU Dwi Maulana juga menambahkan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli di wilayah hukumnya untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kejadian mencurigakan atau potensi bahaya kebakaran kepada pihak berwenang agar dapat segera ditangani.

“Kerjasama antara masyarakat dan pihak kepolisian sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kita,” kata IPTU Dwi Maulana. Wiswa Karma