Sebanyak 35 Ternak Sapi Suspek PMK Berhasil Disembuhkan

banner 120x600

Selong, DS- Dinas Kesehatan dan Peternakan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur berupaya keras melakukan penanganan terhadap hewan ternak yang suspek terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).

Sebelumnya sebanyak 40 ekor sapi yang terindikasi suspek PMK, namun dari jumlah tersebut sebanyak 35 sapi telah berhasil disembuhkan.

Karenanya Disnakeswan Lombok Timur mengingat para peternak sapi di Lombok Timur supaya tidak panik. Ketika ada sapi yang sakit para peternak diminta supaya tidak terburu- buru untuk menjual. Mereka diminta untuk segera melaporkan ke Puskeswan terdekat sehingga bisa segera dilakukan penanganan oleh dokter hewan.

” Kita telah mengimbau supaya segera melaporkan ke Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di kecamatan masing-masing agar bisa mendapatkan penanganan medis yang tepat. Kami memiliki dokter hewan di Puskeswan. Silakan melapor, nanti dokter kami akan turun melakukan pengecekan ” kata Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakeswan Lombok Timur, Hultatang.

Ia mengatakan ternak yang sakit masih bisa disembuhkan, meskipun membutuhkan waktu hingga satu bulan atau lebih. Oleh karena itu, peternak diminta untuk tidak panik atau menjual ternak dengan harga murah hanya karena takut penyakitnya tidak bisa diobati.

Ia juga memperingatkan peternak agar tidak mudah tergiur oleh tawaran saudagar atau jagal yang sengaja menakut-nakuti mereka untuk menjual ternak dengan harga rendah.

” Kita bisa ambil contoh kasus PMK terhadap 40 eko sapi. Dari 40 ekor sapi yang sebelumnya ditemukan suspek PMK, 35 ekor telah sembuh setelah menjalani pengobatan.Intinya, peternak harus sabar dan jangan tergesa-gesa menjual ternaknya dengan harga murah,” tegas Hultatang.

Bagi peternak yang sudah memahami ciri-ciri dan cara penanganan PMK, ia yakin mereka tidak akan mudah termakan bujuk rayu.

Menurut Hultatang, salah satu langkah awal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit ini adalah tidak membeli atau memasukkan sapi baru ke kandang dalam waktu dekat. Jika ternak mulai menunjukkan gejala seperti keluarnya leleran, peternak bisa menyemprotkan larutan asam sitrat atau air perasan jeruk pada bagian mulut dan kuku ternak.

“Virus PMK ini tidak tahan dengan yang asam-asam. Makanya kalau ada sapi leleran, silakan semprot dengan larutan ekstra jeruk atau asam sitrat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disnakeswan Lotim, H. Masyhur, menekankan pentingnya vaksinasi untuk mencegah penyebaran penyakit pada ternak.

Ia mengingatkan bahwa vaksin sebaiknya diberikan saat ternak dalam kondisi sehat, bukan saat sudah sakit. Saat ini, Lombok Timur telah menerima 5.000 dosis vaksin dan mulai mendistribusikannya ke semua kecamatan.li