Mataram, DS-Atlet panahan asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlaga dalam Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII 2025, berhasil meraih medali perunggu pada kategori Hunting Mix.
Atlet panahan atas nama Mambang alias Furqan yang berpasangan dengan Cika R, menyisihkan rivalnya dari berbagai daerah. Sedangkan posisi teratas diraih pemanah asal Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.
“Ini merupakan prestasi pertama kali di level nasional,” kata Mambang , di sela-sela pertemuan di Bebek Galih, Selasa (29/7). Mambang hadir di Mataram bersama Komunitas: Sila Archery Sociaty (SAS) yang dipimpin Ketuanya, Fedo.
Kendati mempersembahkan prestasi terbaiknya, Mambang mengaku kecewa dengan minimnya dukungan Pemerintah Provinsi NTB terhadap kontingen panahan. Ia menyebut para atlet panahan nyaris tidak mendapatkan dukungan fasilitas yang memadai. Selain harus membiayai sendiri transportasi dan perlengkapan, mereka juga tidak difasilitasi tempat menginap selama ajang berlangsung.
“Kami ini membawa nama NTB sebagai bentuk kecintaan kami terhadap daerah, tapi perhatian dari pemerintah daerah—terutama provinsi—nyaris tidak ada. Seragam tidak disiapkan, transportasi kami tanggung sendiri, dan yang lebih miris, tidak disediakan penginapan. Banyak dari kami akhirnya tidur di rumah keluarga, bahkan ada yang tidur di masjid,” ungkap Mambang usai bertanding, Minggu (28/7).
Ia menambahkan bahwa para atlet juga harus membayar sendiri biaya pendaftaran untuk mengikuti lomba. Latihan pun dilakukan secara mandiri, tanpa adanya pembinaan atau pendampingan dari pemerintah.
Menurut Mambang, NTB sebagai tuan rumah Fornas VIII seharusnya menunjukkan keseriusan dalam mendukung atlet lokal.
“Jangan cuma ingin kelihatan hebat sebagai tuan rumah, tapi abai terhadap atletnya. Kami ini datang bukan untuk jalan-jalan, tapi bertanding dan membawa nama daerah. Perhatian nyata itu penting,” tegasnya. Yedho














