Apoteker Muda 12 Negara Bertemu di Mataram pada The 7Th AYPG Leadership Summit 2025

Apoteker Muda 12 Negara Bertemu di Mataram pada The 7Th AYPG Leadership Summit 2025
banner 120x600

Mataram, DS-Perkumpulan apoteker muda dari 12 negara di Asia melaksanakan The 7Th Asian Young Fharmacist Group (AYPG) Leadership Summit 2025 di Hotel Lombok Raya Mataram, Sabtu (18 /10/2025). Ajang ini mempertemukan apoteker muda yang berusia dibawah 35 tahun dari berbagai negara anggota untuk berbagi wawasan keterampilan, manajerial dan kepemimpinan.

Presiden AYPG, Anggun Pramusim Wardani, menjelaskan kegiatan 2 tahun sekali ini sebelumnya diselenggarakan di Taiwan dengan keanggotaan 12 negara yakni Bangladesh, Kamboja, Hongkong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Myanmar, Philipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan dan Thailand. Keanggotaan AYPG, kata dia, bukan bersifat individu melainkan member masing-masing negara.

Anggun menjelaskan AYPG juga banyak melaksanakan program-program dalam rangka membangun profesionalisme apoteker melalui webinar maupun seminar.

Kata Anggun, tujuan dari AYPG Leadership Summit. adalah agar bisa sharing session, networking dan tumbuh bersama kedepan. Selain itu mengajak apoteker muda untuk lebih berperan aktif mengetahui tren terbaru di Asia dan bisa berkenalan dengan seluruh teman-teman Asia Fasifik.

Ketua Panitia The 7Th AYPG Leadership Summit 2025, Apt Wildan Yusuf Maulana S. Fam mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari. Pada hari pertama, Kamis (16/10), panitia mengajak apoteker dari berbagai negara Asia menggelar free event yaitu bakti sosial, cek kesehatan gratis dan pembagian obat gratis.

Pihaknya juga memperkenalkan pula budaya NTB khususnya Lombok dengan menyajikan makanan tradisional khas Sasak seperti ikan nila, pelecing ares dan nangka muda. Pun mengunjungi salah satu perguruan tinggi di Mataram untuk kolaborasi antara apoteker kefarmasian di luar negeri dan indonesia khususnya Lombok.

Digelar pula workshop cara pembuatan jamu disusul mengunjungi salah satu perusahaan skincare di Lombok untuk belajar membuat handbody parfum dan skincare wajah.
“Mereka senang juga dengan kegiatan-kegiatan yang kita ajak,” ucap Maulana.

Di hari berikutnya digelar main event dengan sesi summit dan sesi seminar. Pada.sesi seminar diikuti oleh peserta apoteker dari berbagai daerah di indonesia termasuk NTB hingga negara asia lainnya.

“Alhamdulillah kita bisa membranding bahwa apoteker muda Lombok berhasil pertama mengadakan event internasional, ” ujarnya seraya menambahkan bahwa beberapa tahun sebelumnya AYPG juga digelar di Indonesia tepatnya di Jogja.

APOTEKER PHILIPINA

Ia mengatakan para peserta dari berbagai daerah dan luar negeri sangat antusias mengikuti kegiatan di Lombok. Bahkan apoteker dari Philipina khusus menggunakan kapal ferry dari negaranya.

Selain dihadiri apoteker dari berbagai daerah dan luar negeri, panitia juga mengundang mahasiswa mengikuti Leadership Summit untuk menjaring calon bibit bibit farmasi baru dan unggul di NTB.

“Ini murni semuanya panitia apoteker muda NTB dan kita menjaring calon bibit farmasi baru yaitu bekerjasama dengan beberapa fakultas farmasi di NTB. Jadi kita undang,” terang Maulana seraya menambabkan bahwa mengungkapkan suksesnya event ini tidak serta-merta tetapi melalui persiapan sekitar 1 tahun.

Dengan berselangnya acara ini,.ia berharap dapat meningkatkan potensi apoteker muda di indonesia khususnya NTB.

“Kita ingin memberikan pengalaman dan ilmu serta silaturahmi dengan negara-negara anggota,” katanya.

Narasumber seminar dari perwakilan Kementerian Kesehatan RI,.Apt Stanley Saputra MPH, memaparkan sistem global health informasi seputar peran apoteker dalam memastikan keberlangsungan isu-isu dunia kesehatan untuk kesehatan masyarakat.

ia juga membahas tentang perspektif menurut WHO, Kerangka berpikir dari WHO seperti apoteker di dalam dunia kesehatan dan masyarakat khususnya dalam menghadapi isu-isu saat ini.

Stanley berharap apoteker apoteker di indonesia bisa memegang peran yang lebih besar lagi di dunia kesehatan masyarakat..Karena, kata dia, sebenarnya di dunia kesehatan,.masyarakat itulah yang membentuk kebijakan-kebijakan di dunia farmasi itu sendiri.

“Dunia kesehatan masyarakat adalah payung besarnya,” Stanley.

Sementara itu Internasional Halal Partner (LPPOM), Aang Ahyarudin, mengaku sangat mendukung APYG Leadership Summit 2025 di Lombok.

Kata dia, kedepannya untuk ketersediaan obat-obat halal di Indonesia sejalan dengan Undang-undang Nomor 33 tahun 2014 yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah terkait dengan kewajiban produk yang beredar termasuk makanan, minuman, kosmetik, dan jasa, wajib halal.

“Kita mendukung program pemerintah terkait dengan kewajiban halal. Semua produk yang masuk baik dari luar, wajib sertifikasi halal,” ujarnya sambil berharap sosialisasi halal makin masif di tengah masyarakat karena halal sangat penting terutama bagi umat Islam.

Untuk menjaga kehalalan obat yang beredar di tengah masyarakat LPPOM akan melakukan MoU dengan APYG. *