Mataram, DS-Mandalika Art Community untuk pertama kali menggelar Pameran Seni Rupa bertajuk “RESONANSI” di Taman Budaya NTB, Selasa (16/12). Ajang pameran itu turut menarik perhatian turis manca negara.
Sejumlah perupa yang mewarnai pameran masing-masing Agus Setiadi, Ahmad Saifi, Bambang Prasetya, Dery Firmansyah, Fauzi Arizona, Furqon, Lalu Syaukani, Muhammad Zaini, Muzhar, Tia Sofiana, Artha Kusuma, IG Lingsartha, I Nengah Kisid, Wang Arzaki, dan Ahmad Junaidi.
Pameran yang cukup berkarakter itu menghadirkan lukisan dengan nuansa beragam, mulai dari spiritual, alam hingga tradisi. Acara yang dibuka tanpa kehadiran pejabat itu disambangi sejumlah seniman dan turis manca negara.
Kurator Sasih Gunalan dalam laporannya mengatakan komunitas tersebut mencoba membuat ruang komunal menjangkau keanggotaan di NTB.
” Jadi ini pameran pertama sejak Mandalika Art Community dibentuk yang menampilkan sejumlah perupa, ” katanya.
Kendati pameran digelar dengan persiapan yang pendek, kata dia, kualitas karya sudah matang karena dipikirkan sebelumnya.
Secara variasi dan teknik, para perupa hadir dengan karya tidak.hanya di atas kanvas melainkan jua di atas karton bekas kardus.
” Uniknya karya menyajikan kekuatan masing-masing baik tradisi maupun lingkungan,” ujarnya.
Ketua Panitia, Lalu Syukani, mengatakan makna RESONANSI terkait dengan daya kritis perupa menangkap getaran dari ruang privasi tempat mereka berkarya. Getaran itu saling menyapa dan bertautan sehingga mencipatakan ruang yang diberi nama resonansi.
“Jadi dalam resonansi itu kita dapat melihat bagaimana melihat seni rupa hari ini yang terua berkembang, bergerak dan bertransformasi, ” katanya. ian














