Selong, DS- Warga Dusun Aik Beta Desa Perigi, Kecamatan Suela Lombok Timur terpaksa melintasi jembatan darurat untuk beraktivitas menuju kadang maupun ke dusun tetangga. Mereka membangun jembatan darurat karena jembatan yang ambruk akibat banjir beberapa waktu lalu tak kunjung diperbaiki.
Salah seorang warga Jupli (46) mengaku kecewa, karena selama satu bulan lebih menunggu pasca ambruknya jembatan diterjang banjir tak kunjung mendapat perhatian.
“Janjinya tiga hari atau empat hari akan dibangun oleh Bupati saat berkunjung ke meninjau ke tempat kami, tapi sampai hari ini tidak ada kabarnya,”ucapnya.
Ia mengatakan, warga desa secara swadaya mengumpulkan dana dan membangun jembatan darurat tersebut menggunakan bambu secara gotong royong selama satu hari.
“Kami berinisiatif membuat jembatan ini, dananya kami kumpulkan dari warga ada yang menyumbang lima ribu, bahkan saking semangatnya ada juga yang menyumbang lima puluh ribu. Itu kami gunakan untuk membeli paku, kawat dan bahan-bahan lain yang kami butuhkan, sementara bambunya itu langsung dari kebun warga,” ujar Jupli
Keberadaan jembatan di tempat tersebut, lanjutnya, sangat penting bagi masyarakat setempat, mengingat selama ini menjadi akses satu-satunya untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Kami kasihan juga kepada petani yang harus memikul pupuknya turun dari sungai dan anak-anak setiap pergi ngaji dan sekolah harus menyeberangi sungai, jadi kami khawatir kalau tiba-tiba airnya besar,”ujarnya.
Ia berharap kepada pemerintah agar mempercepat merealisasikan jembatan sementara yang telah dijanjikan beberapa waktu lalu. “Pak Bupati jangan hanya bicara saja, pas datang kesini katanya akan disegerakan tapi nyatanya hingga hari ini masih belum ada kejelasan, harapanya supaya di percepat lah,” ujar Jupli.
Sementara itu, Ahmad Dewanto, Kepala Dinas Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lombok Timur, mengaku saat ini masih menunggu mobilisasi jembatan tersebut yang saat ini masih berada di Kodam Udayana Denpasar Bali.
“Kami masih menunggu rencana mobilisasi jembatan baley dari Kodam udayana dan berkoordinasi dengan PU Propinsi, sampai saat ini belum ada update mengenai mobilisasinya,” terang Dewanto.
Sebelumnya, sehari setelah ambruknya jembatan itu Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin melihat langsung dampak banjir di wilayah itu termasuk melihat kondisi jembatan Aik Beta.li














