Selong, DS- Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), terkendala lahan. Bupati Lombok Timur Haerul Warisin bakal menyurati Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar lahan Kopdes bisa menggunakan dana desa untuk pembelian lahan.
Namun demikian, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin tetap menawarkan sejumlah solusi untuk percepatan pembangunan KDMP. Mulai dari pemanfaatan tanah pecatu milik desa dan penggunaan lahan aset pemerintah daerah.
“Silahkan pakai tanah pecatu, tanah pecatu milik desa yang tidak sesuai kriteria atau di pinggir jalan itu bisa tukar guling. Lahan milik Pemkab kami serahkan, silahkan digunakan sesuai dengan kebutuhan begitu juga dengan lahan milik Pemprov kami juga usulkan untuk tidak dipersulit izinnya, karena bagaimanapun Kopdes ini kan program strategis nasional,” ucapnya
Sementara bagi desa-desa yang tidak sama sekali memiliki lahan baik itu tanah pecatu maupun lahan milik Pemda, pihaknya akan menyurati Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk meminta penggunaan dana desa dalam membeli lahan untuk keperluan pembangunan KDMP.
“Ada 26 desa yang tidak memiliki lahan, itu yang saya minta ke Pak Sekda untuk bersurat ke Kemendagri, untuk meminta menerbitkan regulasi terkait penggunaan dana desa beberapa persen untuk membeli lahan,” ujar Warisin.
Menurutnya, pembangunan KDMP di Lombok Timur mampu menggerakan perekonomian masyarakat. “Lumayan kan uangnya 254 miliar untuk membangun fisik KDMP ini, ada masyarakat yang bekerja, ada yang jual batu, pasir itu kan bisa. Satu Kopdes anggaranya itu 1 miliar,”ungkapnya
Sementara itu, Dandim 1516/Lombok Timur, Letkol Inf. Eky Anderson, menyebutkan kendala pembentukan KDMP di Lombok Timur saat ini masih ada beberapa desa yang belum memiliki lahan sesuai dengan kriteria.
“Kriterianya itu kan luas lahan harus 1000 meter persegi, posisinya strategis dengan dengan perkampungan dan melayan setidaknya 500 kepala keluarga,” terang Eky
Progres pembangunan KDMP di Lombok Timur saat ini ada 52 lokasi yang telah mulai membangun fisik. Ia menjelaskan pembangunan fisik KDMP yang sudah mulai membangun ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026 .
“Ada 52 titik, dengan progres yang bervariasi ada yang sudah mencapai 45 persen, ada juga yang baru 5 persen, tegantung kapan mulainya. Kita diberi limit waktu 90 hari kerja dalam membangun satu lokasi KDMP,” ucapnya.li














