Bayi Kayangan Mendapat Pelukan Pertamanya dari Ketua Bhayangkari

banner 120x600

Seorang bayi perempuan yang ditemukan di sebuah teras rumah warga di Dusun Pangguh Barat, Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, memulai hidupnya dengan cara yang tidak biasa. Bayi yang diperkirakan baru berusia lima hari itu ditemukan pada Kamis (8/1/2026) dan langsung mendapatkan perawatan di Puskesmas Kayangan.

Namun, yang luar biasa adalah pelukan pertama penuh kasih yang diterima bayi itu berasal dari Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta.

Ny. Heny, begitu menerima kabar tentang penemuan bayi tersebut, segera menuju Puskesmas Kayangan bersama pengurus Bhayangkari setempat.

Di ruang perawatan sederhana, Ny. Heny menggendong bayi mungil itu dengan penuh kasih sayang. Ia tidak memperlakukan bayi itu sebagai “kasus” atau “temuan”, melainkan sebagai seorang anak yang berhak atas cinta dan kasih sayang.

“Setiap anak berhak dicintai, apa pun latar belakangnya,” ujar Ny. Heny dengan suara yang tertahan.

Ny. Heny juga membawa perlengkapan kebutuhan bayi, mulai dari pakaian, selimut, hingga perlengkapan dasar lainnya. Ia memastikan bahwa bayi itu tidak hanya mendapatkan perawatan fisik, tetapi juga perhatian dan kasih sayang.

“Kita tidak pernah tahu seberapa panjang luka yang sudah ia bawa. Tapi kita bisa memastikan, ia tidak perlu menambah luka baru,” katanya.

Kehadiran Ketua Bhayangkari itu menjadi penanda bahwa negara dan masyarakat tidak berpaling dari nasib bayi tersebut. Setelah mendapatkan perawatan awal di Puskesmas Kayangan, bayi itu kemudian diserahkan kepada Dinas Sosial dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Lombok Utara untuk dirujuk ke RSUP di Kota Mataram guna mendapatkan perawatan lanjutan.

Ny. Heny memastikan Bhayangkari akan terus mengawal sisi kemanusiaan dari peristiwa ini.

“Anak ini bukan hanya tanggung jawab satu institusi. Ini adalah tanggung jawab kita semua,” ujarnya seraya menyampaikan pesan moral kepada para perempuan dan para ibu di Lombok Utara untuk tidak merasa sendirian dan selalu mencari bantuan jika diperlukan.

“Dalam kondisi apa pun, jangan pernah merasa sendirian. Selalu ada jalan, selalu ada yang bisa membantu. Jangan korbankan masa depan seorang anak,” katanya.wiswa