Mataram, DS-Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram berharap penanaman terumbu karang di Pantai Pandanan di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, seluas 30 hektar bisa tercapai tahun ini.
Dosen sekaligus pembimbing mahasiswa pada penanaman terumbu karang di Pantai Pandanan, Lombok Utara, Bratayasa M. Par., mengatakan tahun 2025 penanaman terumbu karang baru menjangkau 5 hektar.
Selaku akademisi STP Mataram, pihaknya mengerahkan sedikitnya 30 orang mahasiswa menanam 500 lebih spider bag yang digunakan mengikat bibit terumbu karang agar bisa tumbuh dan terhindar dari predator sekaligus menjadi habitat ikan dan menjaga kesehatan air laut.
Pengabdian kepada masyarakat STP Mataram itu melibatkan berbagai pihak seperti pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan, pokdarwis setempat, PLTA Jeranjang, masyarakat lokal.
Pihaknya pun sudah mengajukan open proposal ke luar negeri untuk tujuan menambah areal tanam terumbu karang agar target 30 hektar terpenuhi. Bratayasa berharap ada solusi dari proposal yang disampaikannya itu.
Kata dia, penanaman terumbu karang merupakan bagian dari kegiatan Mahasiswa Berdampak program Kemendikti Saintek dalam upaya pelestarian lingkungan dan pariwisata berkelanjutan.
Dari aspek pelestarian lingkungan memiliki manfaat, antara lain melindungi pantai dari abrasi.
“Terumbu karang dapat membantu melindungi pantai dari abrasi dan erosi, sehingga mengurangi risiko kerusakan pada infrastruktur pantai dan lingkungan sekitar, ” kata Bratayasa.
Selain itu meningkatkan keanekaragaman hayati karena terumbu karang menyediakan habitat bagi berbagai jenis ikan dan organisme laut lainnya.
Terumbu karang yang sehat kata dia, dapat menarik wisatawan untuk melakukan snorkeling, diving, dan kegiatan lainnya, sehingga meningkatkan pendapatan. Ian














