Mataram, DS-Provinsi NTB merupakan salah satu lokomotif budidaya sapi Indonesia, sehingga peternakan di NTB harus bergerak lebih kuat guna menopang menyediakan daging nasional secara mandiri.
Pembangunan peternakan khususnya sapi di NTB dihajatkan juga dalam rangka percepatan swasembada daging nasional. Karena itu potensi peternakan sapi khususnya dari NTB diharapkan bisa menjadi kekuatan nasional sehingga peningkatan penyediaan daging berhasil diwujudkan.
Secara umum kuota pengiriman sapi bali dari NTB untuk perayaan Idul Adha 2026 diperkirakan mencapai hingga 20.000 ekor. 9.000 ekor telah memiliki kontrak bisnis melalui asosiasi resmi, terutama yang berasal dari Kabupaten Bima dan Pulau Sumbawa.
Meski demikian persoalan transportasi pengangkutan sapi asal NTB juga menjadi kendala hingga saat ini. Pemprov mencari alternatif dengan transportasi melalui jalur Tol Laut serta pembatasan penerbitan rekomendasi dan izin pengiriman harian pada pelayaran publik.
“Persoalan transportasi menjadi hal penting yang harus disikapi dengan solusi konkret agar kegaduhan yang sering terjadi tidak terulang kembali. Pak Gubernur sudah bersurat ke Kementerian Perhubungan untuk meminta tambahan kapal pengangkut sapi dari Lembar ke Surabaya ataupun ke Banyuangi dan tambahan kapal tol laut dari Bima ke Tanjung Periuk. Mudahan-mudahan segera ada jawaban dan solusi dari Kemenhub,” terang kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muhamad Riadi S.P, M.Ec.Dev dihubungi, Minggu (22/2/2026).
Selain itu, dalam menghadapi kebutuhan daging secara nasional khususnya yang berada di wilayah Jabodetabek, NTB siap mengirimkan 800 ekor sapi asal Sumbawa dan Bima untuk memenuhi kebutuhan daging qurban pada perayaan Idul Adha 1447 H mendatang.
Bahkan pihaknya menjajaki dan memperkuat kerjasama pemenuhan daging sapi asal NTB untuk wilayah Jabodetabek dan sekitarnya dengan Perumda Darma Jaya Jakarta.
“Meski pertemuan dan silaturrahmi dengan Perumda Darma Jaya sudah kita lakukan, namun belum ada kesepakatan kerjasama dan lain sebagainya dengan Perumda dimaksud. Namun yang menjadi kebanggaan kita tentu Perumda tersebut siap menerima 800 ekor sapi untuk kebutuhan daging qurban dari NTB dengan harga Rp57.500 per kg berat hidup timbang di Cakung. Hanya saja peternak kita dari Bima khususnya lebih senang menjualnya per ekor tanpa ditimbang,” kata Muhamad.
Sebagai informasi, kebutuhan hewan kurban Perumda Dharma Jaya pada tahun 2026 diperkirakan sekitar 800 ekor, terdiri dari 80 persen sapi bali dan 20 persen sapi eksotis. Harga pembelian sapi kurban dan sapi bibit ditetapkan sebesar Rp57.500 per kilogram berat hidup dengan penimbangan. Perumda Dharma Jaya membuka peluang masuknya sapi dari NTB, baik sapi bali maupun sapi eksotis, untuk kebutuhan sapi bibit maupun sapi potong. (adi)














