Mataram, DS-Sentra penjualan ikan hias di Pasar Rembiga, Kota Mataram disebut-sebut menjadi salah satu sentra penjualan ikan hias pertama dan terbesar di NTB.
Keberadaan pasar ikan hias ini diawali pemikiran begitu banyaknya para penjual ikan hias yang mengisi hampir sejumlah tempat atau trotoar sepanjang jalan di Kota Mataram.
Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Perdagangan Kota Mataram berkeinginan dapat melokalisasi pasar ikan hias di satu tempat agar tidak berjualan di jalan trotoar Kota.
Sumber resmi pada Dinas Perdagangan Kota Mataram mengakui pedagang ikan hias selama ini di Kota Mataram kerap kali memenuhi bahu jalan, sehingga pejalan kaki terganggu saat melintas.
Sementara itu, Dinas Perdagangan Kota Mataram mencatat sebanyak 25 lapak yang digunakan oleh pedagang ikan hias yang menjajakan dagangannya saban hari mulai pukul 9.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita malam.
Seiring berjalannya waktu dan tren perputaran ekonomi dari 40 pedagang ikan hias, tinggal 25 pedagang iklan yang masih aktif.
Perputaran uang di usaha ikan hias ini cukup besar. Namun secara umum sektor perikanan di Kota Mataram menyumbang 20 persen ekonomi masyarakat.
Sebagai informasi, dalam sehari rata-rata omzet penjualan sebagaimana diungkapkan Ketua Gabungan Kelompok Penjual Ikan (Gapokan) Kota Mataram Lalu Iqbal mencapai Rp250 ribu. Pembeli umumnya berasal dari Pulau Lombok dan Sumbawa.
Kebutuhan akan ikan hias bagi komsumen di Pasar Ikan Hias Kota Mataram terbilang cukup tinggi. Angka komulatifnya rata-rata per minggunya bisa mencapai 100 orang.
Di pasar ini tidak hanya menyiapkan ikan hias, namun lengkap juga dengan penjualan pakan dan obat-obatan yang diperlukan.
Para pedagang ikan hias ini berharap agar pemerintah bisa mengintervensi pemasaran dan lebih gencar melakukan promosi pasar ikan hias ini agar jangkauan informasi keberadaan pasar ikan ini lebih luas dan lebih dikenal, apalagi bagi masyarakat yang ingin memperoleh ikan hias yang berkualitas. (adi)














