“Jika iman berada di bintang Tsurayya, maka orang-orang Persia akan mengambilnya” (Imam Bukhari dalam Sahih Bukhari hal. 3779. Imam Muslim dalam Sahih Muslim hal. 2546. Imam Tirmidzi dalam Sunan Tirmidzi hal. 2681)
Pembacaan Trump dan Netanyahu salah 180 derajat di mana kedua pemimpin ini bersepakat menghabisi pemimpin tertinggi Iran, sehingga nantinya oposisi dalam negeri Iran akan menuntut perubahan/pergantian rejim dari Republik Islam Iran menjadi monarki absolut.
Bagaimana pun, sebelum Republik Islam Iran ada pada tahun 1979, Bangsa Persia mengambil model pemerintahan monarki yang telah berlangsung ratusan tahun. Lalu dengan tewasnya Imam Khameini pada serangan 28 Februari 2026 USA – (Zionist) Israel dapat menjadikan keturunan Raja Iran yang kini sedang dipenampungan USA dapat kembali memimpin Iran dengan langgam yang dikehendaki USA –(Zioist) Israel.
Pada kenyataannya setelah sebulan perang, pergantian kepemimpinan itu tidak dapat diharapkan terjadi. Alih-alih USA dan (Zionist) Israel kini menghadapi berbagai persoalan yang cukup kompleks bahkan USA dan (Zionist) Israel kewalahan menghadapi perlawanan bangsa Iran. Perang udara, perang laut telah digelar oleh USA – Zionist (Israel), tetapi Iran masih tegak berdiri. Bahkan dengan “perisai” rakyat yang tidak pernah kendor Iran siap menghadapi invasi darat USA –(Zinonist) Israel.
Kini dunia sedang tertuju pada bangsa Iran. Menunggu apa yang akan terjadi jika USA-(Zioinist) Israel memasuki daratan Iran. Bagaimana pun Iran telah lama bersiap untuk menghadapi saat-saat genting. Energy bangsa Iran telah lama dicurahkan guna mengantisipasi kedatangan bangsa penjajah laknat USA-(Zionist) Israel.
Iran dan dunia sudah menyaksikan dengan sangat lugas bagaimana rejim-rejim USA dan irisan barat lainya telah menumbangkan banyak rejim-rejim yang menjadi targetnya. Misalnya di Timur Tengah, USA dan aliansinya telah menjatuhkan pemerintahan sah Irak, Libya, Mesir, dan yang terbaru Suriah dan Venezuela. Semua Negara-negara itu kini telah dapat dikendalikan oleh USA dan sekutunya dalam rangka menjadi satelit kepentingan USA dan sekutu.
Sedangkan bangsa Iran sejak awal ada indikasi bahwa Negara penjajah seperti USA-(Zionist) Israel telah dibuat prustasi karena sulitnya menumbangkan rejim Republik Islam Iran. Kembali pada masyarakat Iran sendiri sebagai masyarakat yang sangat cerdas di mana mereka mengetahui bahwa mereka hendak diarahkan untuk melawan pemerintah nya sendiri agar kemudian USA –(Zionist) Israel dapat menguasai Iran.
Kecerdasan bangsa Iran inilah yang sejauh ini menjadi tantangan USA-Zionist sehingga tidak dapat dengan mudah mengalahkan Iran seperti Negara-negara lain yang relative mudah dilumpuhkan dengan taktik USA dan sekutunya.
Di samping bangsa Iran yang cerdas, yang tidak kalah kuat sebagai benteng pertahanannya adalah Iman. Bagi bangsa Iran hanya ada dua pilihan mati syahid atau menang mempertahankan tanah airnya. Kedua pilihan sama-sama mulia.
Oleh karenanya dapat disaksikan sejak USA –Zionist memerangi Iran masyarakat Iran tidak pernah takut. Bisa disaksikan hampir setiap malam kota-kota di Iran menggelar aksi demonstrasi mendukung Pemerintahan Republik Islam Iran.
Di tengah-tengah hujan bom penjajah USA-Zionist, masyarakat Iran justru turun ke jalan-jalan menentang agresi. Tidak itu saja, masyarakat Iran tetap tenang beraktivitas sehari-hari seolah-olah sedang tidak terjadi perang.
Kondisi ini sebenarnya dapat menjadi tekanan psikologi luar biasa bagi aggressor USA-Zionist. Bangsa Iran menganggap bom-bom dari USA-Zionist adalah “hal biasa” sedangkan masyarakat Israel penuh dengan ketakutan. Hal ini ditandai dengan meraung-raungnya sirine setiap saat di berbagai titik di kota-kota Israel sebagai tanda agar rakyatnya berlari ke bunker-bunker untuk berlindung. Padahal di sisi Iran sampai tulisan ini dibuat telah menelan korban jiwa 2000-an mati syahid (Amin Faisal WNI tinggal di Iran). Belum terhitung yang luka-luka, namun bangsa Iran tidak pernah lari dari medan perang.
Kondisi berkebalikan ini tentu saja sangat menarik untuk dicermati. USA-zionist memulai perang tetapi ketika mereka dibalas malah ketakutan dan berusaha lari ke bunker-bunker. Sedangkan yang lain lari tungang langgang ke berbagai Negara asal mereka. Terdapat perbedaan yang sangat bertolak belakang. USA-Zionist memang hanya ada dua pilihan hidup hina dari merampas tanah air dan sumber daya Negara lain atau mati konyol akibat perlawanan bangsa Iran.














