Selong-Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengikuti tahapan Virtual Assessment TPAKD Award 2026 Tingkat Nasional melalui Zoom Meeting pada Jumat (24/7).
Virtual Assessmemt TPAKD ini diikuti Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, Kepala OJK Provinsi NTB, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, serta jajaran pimpinan OPD dan stakeholders akses keuangan daerah dari Ruang Rapat Bupati.
Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin kemudian turut bergabung secara virtual untuk menyampaikan arahan dan dukungannya.
Bupati menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak atas perhatiannya bagi kemajuan Lombok Timur. Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lotim dalam percepatan akses keuangan daerah, di antaranya melalui penyaluran bantuan UMKM sebanyak Rp 20 miliar, melanjutkan program Lotim Berkembang berupa subsidi bunga pinjaman untuk pelaku usaha pertanian dan perkebunan, serta gerakan pembuatan rekening tabungan santri (Satu Santri Satu Rekening).
Bupati juga menyampaikan peran strategis Baznas Lombok Timur yang tidak hanya fokus pada bantuan sosial, tetapi juga pemberdayaan UMKM dan penciptaan lapangan kerja bagi pemuda. Capaian pengumpulan ZIS Lombok Timur tercatat melonjak signifikan dari Rp 10–12 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp 24 miliar pada tahun 2026.
Menambahkan paparan Bupati, Wakil Bupati menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Lombok Timur secara tahunan pada tahun 2025 tercatat sebesar 4,93%, dan melonjak signifikan pada Triwulan I di tahun 2026 hingga mencapai 7,93% berdasarkan rilis resmi BPS. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyadari angka kemiskinan daerah masih berada di angka 13,53%. Dengan populasi mencapai hampir 1,5 juta jiwa atau sekitar 25% dari total penduduk NTB, penguatan akses keuangan menjadi kunci utama untuk menggerakkan perekonomian dan menekan angka kemiskinan tersebut.hplt














