19 Mahasiswa STP Mataram Siap Cetak Legasi di Kelurahan Bintaro

banner 120x600

Mataram, DS-Sebanyak 19 mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram bertekad membangun legasi di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Mereka akan menyelami langsung persoalan warga dan menawarkan solusi konkret untuk pengembangan potensi lokal selama kuliah kerja nyata (KKN).

Tekad itu ditekankan dalam pembekalan KKN yang bertajuk “Penguatan Potensi Lokal Melalui Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan di Kelurahan Bintaro”, di kampus STP Mataram, Sabtu (17/10).

Pembekalan diisi dua materi utama. Ketua STP Mataram, Dr. Halus Mandala, menyampaikan kode etik KKN, sementara materi penguatan konsep disampaikan oleh Prof. Syech Idrus.

Dr. Halus menegaskan, KKN tidak boleh dimaknai sekadar kegiatan 1,5 bulan. KKN adalah program keberlanjutan yang dampaknya harus terus dirasakan warga bahkan setelah mahasiswa ditarik.

“Masalah di desa dan kelurahan itu luar biasa kompleks. Bukan hanya soal pekerjaan, tapi juga soal hubungan sosial. Itu menjadi tugas kita bersama,” ujar Halus.

Mengingat Bintaro dihuni mayoritas masyarakat nelayan, Halus meminta mahasiswa fokus pada hilirisasi hasil laut.

“Kalau kita tidak bisa memaknai potensi itu, kehadiran kita tidak berarti apa-apa. Konsentrasilah pada masalah yang mereka hadapi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar mahasiswa datang bukan untuk menambah masalah, melainkan menjadi solusi yang membuat masyarakat merasa dihargai. Karena itu, mahasiswa diharapkan menjaga nama baik STP Mataram yang Unggul Berbudaya serta mematuhi awiq-awiq setempat.

“Teori yang kalian dapat di kampus harus diimplementasikan. Karena teori itu sendiri lahir dari persoalan masyarakat. Sumber belajar kita adalah masyarakat,” katanya.

Halus juga berpesan agar selama 1,5 bulan mahasiswa benar-benar fokus di lokasi. Sekalipun fisik sesekali tidak di tempat, pikiran harus tetap tertambat pada persoalan di Bintaro.

“Bukan sekadar proses yang saya butuhkan, melainkan luaran atau output yang bisa menjadi contoh baik. Ini harus menjadi visi unggul kita,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua LP2M STP Mataram, Dr. Azizurrahman, menjelaskan alasan pemilihan Bintaro. Menurutnya, kelurahan tersebut telah memiliki produk berbahan baku ikan tongkol.

“Produknya sudah ada, tapi masih lemah dari sisi pemasaran yang belum berkesinambungan. Di situlah peran mahasiswa KKN untuk membantu,” jelasnya. Jan