Mataram, DS- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memperkuat ikhtiar membangun industri kreatif daerah melalui sektor perfilman. Melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB, Pemprov NTB bekerja sama dengan Lombok Foundation akan menyelenggarakan workshop perfilman bagi pelajar SMK se-NTB.
Program ini menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan komunitas dan ekosistem perfilman di kalangan generasi muda, sekaligus mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang memiliki nilai edukasi dan budaya.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dikpora NTB, H. Tarmidzi, S.Kom., ME menyampaikan, workshop tersebut diharapkan mampu melahirkan kelompok-kelompok maupun komunitas perfilman baru di NTB yang nantinya dapat menghidupkan industri kreatif daerah.
“Melalui workshop ini kita ingin NTB memiliki kelompok-kelompok atau komunitas perfilman yang bisa menghidupkan industri kreatifnya,” ujarnya di Mataram, Kamis (7/5/2025).
Ia mengatakan, pengembangan perfilman di kalangan pelajar juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) NTB yang saat ini masih berada pada kategori rendah.
“IPP NTB saat ini masih di angka 25 dan masuk kategori rendah. Karena itu kita mencoba mendorong kreativitas anak-anak muda melalui film agar IPP kita terus meningkat,” katanya.
Tak hanya menjadi ruang kreativitas, workshop perfilman tersebut juga diarahkan sebagai media edukasi sosial. Salah satu isu yang akan diangkat dalam karya film para pelajar adalah persoalan merariq kodeq atau pernikahan usia anak.
“Kita juga memasukkan isu merariq kodeq supaya masyarakat memahami dampaknya. Jadi saat menonton film, ada edukasi yang didapat,” jelasnya.
Workshop perfilman ini akan melibatkan sekolah-sekolah SMA/SMK di seluruh NTB melalui program roadshow yang digelar secara bertahap. Pemprov NTB juga memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang selama ini aktif mengembangkan kreativitas perfilman di lingkungan pendidikan.
“Kami sangat mengapresiasi SMA yang setiap tahun membuat film. Ini akan terus kita dorong, termasuk SMK agar pengembangan perfilmannya semakin baik,” katanya.
Sebagai tindak lanjut dari workshop tersebut, Dikpora NTB juga akan menggelar lomba film pelajar sebagai wadah apresiasi sekaligus ruang unjuk kreativitas generasi muda NTB.
Melalui program ini, Pemprov NTB berharap lahir sineas-sineas muda daerah yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu menghadirkan karya yang membawa pesan edukatif, memperkuat budaya lokal, serta mendorong pertumbuhan industri kreatif NTB di masa depan. (adi)














