“BERANI II telah mengatasi tiga tantangan —Kematian Ibu, Kekerasan Berbasis Gender (KGB) & Praktik Berbahaya (Perkawinan Anak dan Sunat Perempuan), serta Kesenjangan Sistemik—dengan hasil yang terukur, ” papar Project Coordinator Analist Berani II, Asti S. Widihastuti, pada kunjungan delegasi pemerintah Canada termasuk Menteri Randeep Singh Sarai (Sekretaris Negara untuk Pembangunan Internasional), Duta Besar Canada untuk Indonesia dan Timor Leste Mr.Jess Dutton, dan Alice Katherine Birnbaum, kepala kerja sama kedutaan Canada untuk Indonesia di salah satu desa intervensi, Desa Aik, Lombok Timur, Ahad (11/1).
Hadir pula delegasi dari tiga organisasi perserikatan bangsa-bangsa termasuk Representatif UNFPA Hassan Mohtashami, Kepala Program UN Women Dwi Yuliawati Faiz, dan Kepala Kantor UNICEF Kupang, Yudhistira Yewangoe.
Asti memgemukakan dalam peningkatan keselamatan dan kesehatan, kematian Ibu (Angka Kematian Ibu/AKI) menunjukan tren nasional menurun menuju estimasi 140 per 100.000 kelahiran hidup (UN MMEIG, 2023).
Kabupaten Lombok Timur memiliki jumlah kematian ibu di bawah rata-rata 30 daerah sampel, yaitu 20 orang sampai dengan tahun 2024. Lombok Timur memang menyisakan target yang lebih kecil terkait penurunan angka kematian ibu, tapi tetap menganggarkan dukungan penurunan angka kematian ibu.
Sedangkan perkawinan anak, kata dia, secara nasional, angka kawin anak berhasil diturunkan dari 6,92% (2023) menjadi 5,90% (2024). Lima desa di Lombok—yaitu Lendang Nangka, Selebung, Teruwai, Sokong, dan Sigar Penjalin—telah mencapai nol kasus perkawinan anak, dan Desa Aik Dewa menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Terjadi pula pengurangan sunat perempuan: Prevalensi nasional turun dari 50,8% (2021) menjadi 46,3% (2024).
Asti memaparkan di wilayah intervensi termasuk di Lombok TImur, jangkauan edukasi pendidikan kesehatan reproduksi dan ketrampilan hidup remaja meningkat empat kali lipat, dari sekitar 7.800 menjadi lebih dari 31.800 remaja yang menerima pendidikan ini, termasuk di sekolah reguler dan sekolah berbasis agama (pesantren dan madrasah). Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja juga dilakukan di Sekolah Luar Biasa untuk siswa dengan disabilitas mental yang ada di pulau Lombok.
Secara nasional hampir 96% (95,94%) penyintas kekerasan bernasis gender di pusat layanan (UPTD PPA) kini menerima minimal dua jenis layanan terpadu, mencerminkan koordinasi antar-agensi yang lebih baik.
Dalam soal. Kepemimpinan Kebijakan dan Komunitas, program ini memprakarsai pengembangan 34 rencana aksi/kebijakan (melampaui target 10), termasuk penetapan 8 peraturan nasional dan 19 peraturan tingkat desa/dusun.
Terobosan pencegahan sunat perempuan: Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2024 secara eksplisit mengamanatkan eliminasi sunat perempuan di tingkat nasional, dan keberhasilan lokal telah direplikasi dari Lombok Timur ke Lombok Utara. Sunat perempuan juga telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Nasional (RPJMN) 2025–2029, menunjukkan issue ini bukan hanya menjadi prioritas program tetapi juga prioritas pembangunan nasional.
Dalam. Keterlibatan komunitas, jangkauan kesadaran publik meningkat tajam dari 423 menjadi lebih dari 7.430 anggota masyarakat, menunjukkan minat tinggi di tingkat akar rumput untuk perubahan.
“BERANI II bukan hanya memberikan layanan; bersama-sama kami mengubah cara Indonesia melindungi perempuan, remaja, dan anak-anak,” kata Koordinator Program BERANI II untuk UNFPA, UNOCEF dan UN Women, Asti Widihastuti.
“Saat ini, kami menyaksikan keberanian para ibu, bapak, orang tua, remaja, anak-anak, serta mitra pemerintah nasional, provinsi, kabupaten dan desa serta mitra organisasi masyarakat sipil untuk memilih masa depan yang berbeda. Walaupun tantangan terkait data masih ada, momentum untuk perubahan sudah terlihat nyata.”
Hassan Mohtashami, selaku Perwakilan UNFPA, menyampaikan bahwa “program BERANI II merupakan wujud nyata kolaborasi tiga badan PBB yang memadukan keahlian teknis dan kekuatan UNICEF, UNWomen dan UNFPA untuk menciptakan dampak yang lebih besar dan komprehensif bagi perempuan, remaja, dan anak-anak.”Ian














