Bagi kru Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) NTB, Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten merupakan keikutsertaan yang keempat setelah Surabaya, Palangkaraya dan Medan. Para pimpinan media JMSI NTB menyempatkan waktu melakukan perjalanan ke sejumlah destinasi wisata di Banten dan Banyuwangi. Berikut catatan perjalanan Duta Selaparang.

Beberapa tahun lalu, seorang lelaki asal Palembang datang Batu Kuwung (Batoe Koewoeng). Pasalnya, berkali-kali ia bermimpi agar berobat ke lokasi itu jika ingin sembuh dari sakit kulit yang menggerogoti tubuhnya.
Muhiet, petugas di sana yang sudah sejak tahun 80 an menjadi petugas aktif, mempersilahkannya mandi di sebuah lubang kecil yang menampung air panas — tempat yang dikenal sebagai kuwung. Apa yang terjadi?
“Seminggu dia mandi memanfaatkan guyuran air panas Batu Kuwung, pria itu sembuh dari penyakitnya. Sebelumnya dia kena sakit kulit yang membuat badannya bau, ” tuturnya seraya menyebut selama sepekan pria itu menginap di areal seputar sana.
Walau sebelumnya permandian air panas Batu Kuwung sudah dikenal, apa yang dialami pria Palembang tadi menarik perhatian warga.
Kesembuhan dari sakit tidak hanya dialami warga asal Palembang. Karena, tidak sedikit yang memanfaatkan sensasi air Batu Kuwung untuk pengobatan hingga ikhtiarnya tercapai.
Kata Muhit, belum lama ini seorang warga yang berasal dari Cirebon yang tidak bisa berjalan datang dan berendam di kolam air hangat. Setelah berendam, warga itu bangkit dan bisa berjalan kembali Hal ini tidak hanya membuat dia takjub melainkan juga bagi pengunjung lainnya.
Kendati air hangat Batu Kuwung mengandung belerang, aroma khas itu nyaris tidak ada. Belerang diketahui mengandung Sulfur yang memiliki sifat antimikroba dan keratolitik. Pada sebagian orang, berendam di air belerang dapat membantu keluhan terhadap penyakit kulit tertentu.
Dilansir ALODOKTER, berendam di air hangat termasuk air belerang, dapat memberikan efek relaksasi, membantu meredakan stres, dan meningkatkan kenyamanan tubuh setelah aktivitas sehari-hari. Hal ini karena suhu hangat air membantu mengendurkan otot yang tegang dan memberi sinyal relaksasi pada tubuh.

PENGUNJUNG DARI BERBAGAI DAERAH
Permandian air panas Desa Batu Kuwung di Kecamatan Padangincang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, yang dikunjungi warga dari berbagai daerah di Tanah Air, tidak lepas dari tujuan melakukan relaksasi setelah perjalanan panjang.
Destinasi wisata ini didesain memiliki kolam renang untuk anak dan orang dewasa. Pada halaman tengah, terdapat sebuah bak yang menampung air dengan temperatur panas cukup tinggi. Permukaan air itu mengeluarkan letupan kecil dan uap tipis.
“Karena tingginya temperatur panas, air pada kolam kecil itu tidak digunakan untuk mandi, ” kata seorang pengunjung. Para pengunjung hanya bisa mengamati, bahkan enggan mencelupkan jarinya.
Selain menyediakan kolam pemandian umum, terdapat pula beberapa kolam tertutup dalam bilik-bilik kecil sebagai tempat berendam pribadi.Kolam khusus itu memiliki tarif tersendiri yang dikenakan kepada penggunanya.
Menurut Bakti Juanda, salah seorang petugas di sana, selalu ada pengunjung memanfaatkan kolam khusus dalam bilik yang mengandung belerang itu. Sehari sedikitnya 20 orang yang datang berendam. Jika hari libur pengunjung membludak yang datang rerata secara berombongan.
Dikenai tarif masuk sebesar Rp 15 ribu per orang dewasa, pengunjung masih perlu mengeluarkan duit lagi untuk sewa tempat istirahat permanen. Atau jika ingin berendam di tempat eksklusif,terdapat kolam rendam dengan biaya Rp 40 ribu selama waktu tertentu.
Salah seorang pengunjung asal Lombok, H. Rudi Hidayat, mengakui kondisi badannya lebih segar setelah beberapa menit berendam di kolam khusus. Air panas Batu Kuwung seakan-akan mengembalikan kondisinya lebih fit dibanding sebelumnya akibat lelah dalam perjalanan.

HIDUPKAN PEREKONOMIAN WARGA
Kuwung berarti “lubang besar melingkar”. Area ini berada di pojok permandian yang merupakan cikal bakal destinasi wisata itu berkembang bahkan sekaligus menjadi nama desa tersebut.
Lubang berukuran kecil yang berisi air ini tidak digunakan sebagai tempat berendam. Namun, jika ada pengunjung yang ingin menggunakannya harus dengan menggunakan gayung sebagaimana yang dilakukan pria asal Palembang yang berhasil sembuh dari penyakitnya.
Kehadiran Batu Kuwung sebagai destinasi wisata dengan “air ajaib”-nya turut membangkitkan perekonomian masyarakat setempat.
Di areal tersebut terdapat warga yang berjualan berbagai jenis makanan ringan dan buah buahan seperti pisang dan kelapa muda. Sebutir kelapa arian ungu misalnya dipatok Rp 15 ribu-Rp 25000.
Sedangkan warga yang terserap bekerja di wisata alam Batu Kuwung pun tidak sedikit, mulai dari penjaga loket, penjaga kolam hingga petugas kebersihan.
“Saya baru bekerja 1,5 bulan. Sehari saya mendapat penghasilan Rp 100 ribu. Namun, untuk makan selama bekerja ditanggung pengelola, ” kata Bakti Juanda.ian














