Selong, DS-Menurut teori Bloom ada 4 faktor yang mempengaruhi kesehatan, yaitu lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan kualitas pelayanan. Hal itu disampaikan Penjabat Bupati Lombok Timur. H. Muhammad Juaini Taofik sewaktu membuka kegiatan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Kabupaten Lombok Timur pada Jumat (5/07).
Pada kegiatan yang berlangsung di Halaman Dinas Kesehatan Lombok Timur tersebut, ia menekankan kualitas pelayanan adalah tentang kecepatan dan ketepatan. Tidak saja Kepala Puskesmas dan Nakes, semua pihak, termasuk media diharapkan berpartisipasi dalam menyosialisasikan imunisasi polio di masyarakat.
Juaini memastikan 219.458 bayi di Lombok Timur mendapatkan imunisasi polio.
“Mari kita tuntaskan 219 ribu 458 jiwa, jangan sampai ada yang tidak kebagian imunisasi,” ujarnya.
Pj. Bupati juga mengapresiasi seluruh petugas kesehatan seraya mengingatkan bahwa kegiatan tersebut bersifat kemanusiaan.
“Kita sudah merasakan virus covid – 19, maka dari itu kita juga harus basmi polio ini sebab bisa menyerang tulang. Mari niatkan untuk ibadah,” pesannya.
Selain itu input data bayi dalam e-PPGBM disebutnya sudah maksimal kendati masih ada kekurangan fasilitas, yaitu laptop yang mendukung proses input data dimaksud. Laptop yang diserahkan pada kesempatan tersebut diharapkan dapat lebih mengoptimalkan input data dan lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Lotim, H. Fathurrahman, menekankan pentingnya pencegahan polio, salah satunya dengan imunisasi. Menurutnya, lebih baik dilakukan pencegahan dari sekarang, meski belum ditemukan adanya kasus polio di daerah ini.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk senam pagi itu dirangkaikan dengan penyerahan dua unit ambulan, 37 unit laptop, dan 140 oksigen konsentrator. Ambulan diserahkan kepada puskesmas Suralaga dan Belanting.
Senam bersama tersebut diikuti oleh Pj. Sekda, dan pimpinan OPD lingkup kabupaten Lombok Timur, juga kepala Puskesmas, petugas gizi, Nakes dan media.hmlt














