LOTENG, DS-Kabupaten Lombok Tengah akan menggelar Gawe Desa pelayanan terintegrasi terhadap anak rentan di dua desa.
Rencananya Gawe Desa dilaksanakan di Desa Bangket Parak 26 Agustus dan Desa Selebung tanggal 22 Agustus.
Dalam rapat koordinasi yang dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah, Baperida, OPD Layanan, Kades dan LPA NTB, di Ruang Rapat Wabup Loteng, Rabu (7/8), dibahas persiapan dan peran masing-masing OPD. Pelayanan pada Gawe Desa itu sendiri ditekankan menyasar anak dan keluarga rentan.
Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. Nursiah, mengatakan Gawe Desa merupakan tindak lanjut dari MoU yang sudah berlangsung sebelumnya. MoU dalam pencegahan perkawinan anak itu terkait dengan Program Berani II LPA NTB-Unicef yang berlangsung di lima desa.
Wabup Nursiah berharap setelah rencana aksi harus ada tahapan pelaksanaannya untuk memastikan gelaran acara berlangsung dengan baik.
“Dari pengalaman sebelumnya cukup meriah. Dinas-dinas siap dengan perangkatnya. Dampaknya terhadap pelayanan,” katanya.
Ia mengaku senang dengan model layanan terintegrasi yang berlangsung di desa itu. Pasalnya, dalam sehari saja pembuatan KTP dan KK bisa tembus ratusan lembar.
Ketua LPA NTB,.H Sahan SH, mengatakan Gawe Desa diharapkan menghadirkan sedikitnya 10 layanan yang dikoordinir Bapperida Lombok Tengah.
“Kegiatan ini sebagai aksi isu pencegahan perkawinan anak. Namun dalam layanan termasuk pemenuham identitas hukum, kesehatan, sosial, dan lain-lain, ” katanya. .
Diharapkan dalam Gawe Desa sebanyak 500 anak rentan bisa terlayani hak-haknya.
Langkah tersebut merupakan bentuk intervensi kerentanan yang jika tidak dilakukan akan menjadi masalah.
Intervensi kerentanan bersumber dari data desa yang dalam pelayanannya membutuhkan keterlibatan dari pihak terkait.
Selain layanan yang biasa dilakukan OPD, Kepala Bapperida Lombok Tengah, Lalu Wiranata, mengatakan akan digelar pula Bazar UMKM dan SMS Blast Telkomsel dengan pesan pencegahan perkawinan anak. Masyarakat adat juga diberi ruang guna urun rembug dalam persoalan perkawinan anak yang menjadi perhatian nasional itu. Ian














