Kaya Warisan Budaya, Lombok Mestinya Punya Ciri Khas di Sektor Pariwisata

Widia Suputra

Mataram, DS-Pulau Lombok memiliki warisan budaya yang sangat kaya yang bisa dijadikan destinasi bagi para wisatawan. Kekayaan ini seharusnya menjadi ciri khas Lombok di sektor pariwisata.

Ha itu dikemukakan dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram, Widia Suputra, belum lama ini. Ia menyebut destinasi heritage bermanfaat dalam peningkatan pengetahuan karena wisatawan dapat mempelajari sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang terkandung dalam benda cagar budaya itu.

Mengunjungi warisan  budaya memungkinkan wisatawan mengalami langsung keunikan dan keindahan budaya suatu daerah. Benda cagar budaya dapat menjadi sumber inspirasi bagi wisatawan dalam bidang seni, desain, atau bidang kreatif lainnya.

“Dalam culture heritage banyak hal yang bisa digali seperti di Taman Narmada dengan nilai keindahan, nilai sejarah dan simbol. Tujuan mengembangkan untuk mengangkat identitas bangsa yang kaya budaya dan keberagaman,” ujarnya.

Di Pura Lingsar, kata dia, nampak air dilestarikan disamping adanya keindahan bangunan.

“Di kemaliq luar biasa melambangkan persatuan sebagimana bangsa Indonesia,yakni bersatu dalam keberagaman karena kemaliq digunakan beribadah oleh umat berbagai agama. Sebagai warisan bisa dijadikan penlitian,” paparnya.

Sedangan di Taman Narmada selain ada estetika, juga nilai spiritualitas sebagai replika Gunung Rinjanii.

” Ini salah satu istana musim panas terbesar di Indonesia. Taman Narmada sangat lengkap dari nilai sejarah dan spiritualitas yang bisa diceritakan kepada tamu dalam story teeling,” kata Widia seraya menyebut Taman Narmada sangat menarik dan luar biasa.

Hal yang diperlukan saat ini adalah melestarikan bangunan tua dengan cara didata, diregistrasi, dimanage, direstorasi sesuai aslinya dan dipromosikan. Dengan cara ini warisan di masa lalu bisa dinikmati anak cucu di masa depan.

Setiap warisan budaya memiliki story teelingyang panjang seperti  lanscape Cakranegara yang kalau diceritakan kepada para tamu sangatlah panjang. Di sana  ditemukannya Negara Kertagama, kisah pertempuran dengan Belanda, serta harta yang dibawa ke Belanda.

“Negara-negara di Eropa sangat berminat dengan wisata heritage karena tidak sebatas bangunan fisik. Ada legenda, festival dan seremoni. Ada banyak hal yang bisa dinikmati. Ada legenda Putri Mandalika. Jika ini diangkat sebagai alternatif pelengkap destinasi di Lombok selain pantai sehingga menunjukkan ciri khas dari Lombok,” katanya.

Selain dalam bentuk situs, warisan budaya yang yang juga  menarik wisatawan datang ke Lombok saat ini antara lain:

– Tradisi Bau Nyale: Upacara tahunan yang melibatkan pencarian cacing laut (Nyale) yang dianggap sebagai reinkarnasi Putri Mandalika. Tradisi ini menjadi ajang spiritual dan perayaan budaya yang dinanti-nanti oleh masyarakat Lombok dan wisatawan.

– Tari Peresean: Tarian tradisional yang menggambarkan keberanian dan keterampilan bertarung para pria Sasak. Pertunjukan ini menjadi daya tarik wisatawan karena keunikan dan kekuatannya.

– Gendang Beleq: Alat musik tradisional Lombok yang dimainkan pada acara-acara adat dan upacara penting. Suara gendang yang kuat dan ritmis menciptakan suasana yang semarak dan penuh semangat.

– Kain Tenun Songket: Kerajinan tangan yang terkenal di Lombok, dengan motif-motif unik dan warna-warna cerah. Kain tenun ini sering digunakan dalam upacara adat dan perayaan penting.

– Upacara Nyongkolan: Bagian dari prosesi pernikahan tradisional Sasak, di mana pengantin diarak oleh keluarga besar dan masyarakat menuju rumah mempelai perempuan.

– Festival Bau Nyale: Festival tahunan yang menampilkan parade musik tradisional, pementasan tari, dan lomba seni. Festival ini menjadi ajang perayaan tradisi lokal dan menarik perhatian wisatawan.ian

Exit mobile version