Kemiskinan Bukan Sebab Kurang Program, Begini Kata Gubernur Iqbal

Halal Bihalal dan Temu Kangen Alumni Ponpes Al-Aziziyah di Kapek, Kecamatan Gunung Sari, Selasa (24/3),

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menjelaskan bahwa persoalan kemiskinan bukan semata karena kurangnya program, melainkan belum optimalnya orkestrasi dan kolaborasi antarprogram.

Menghadiri kegiatan Halal Bihalal dan Temu Kangen Alumni Ponpes Al-Aziziyah di Kapek, Kecamatan Gunung Sari, Selasa (24/3), gubernur menyampaikan masalah utamanya adalah sinergi dan kolaborasi.

“Selama ini semua masih jalan sendiri-sendiri; penanganan sanitasi (MCK) jalan sendiri, penanganan stunting jalan sendiri tanpa koordinasi yang kuat. Akibatnya, meski masalah teknis selesai, potret kemiskinan tetap ada,” terangnya.

Berdasarkan pengalaman turun langsung ke lapangan bersama perangkat daerah dan pendamping Desa Berdaya, Gubernur menilai pendekatan terpadu menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan.

“Semua elemen harus ambil bagian, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga dunia usaha. Kita harus fokus mengeroyok 106 desa miskin ekstrem, dengan prioritas awal pada 40 desa tercepat,” tegasnya.

Ia menambahkan, upaya pengentasan kemiskinan membutuhkan proses berkelanjutan dengan membangun sistem yang kuat agar tetap berjalan efektif di masa mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah kepada seluruh alumni Ponpes Al-Aziziyah, sekaligus memohon maaf atas kekurangan selama masa kepemimpinannya.

“Sebagai pemimpin yang telah menjalankan tugas selama lebih dari satu tahun, saya menyadari adanya kekurangan dan kesalahan. Sebagai manusia biasa, tentu ada keputusan yang mungkin kurang berkenan di hati masyarakat, khususnya keluarga besar Ponpes Al-Aziziyah. Mohon dimaafkan,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak alumni untuk berperan aktif, baik dalam penguatan spiritual maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Alumni bisa membantu dari sektor spiritual dan pemberdayaan. Ini adalah kesempatan luas untuk beribadah. Semoga di sisa waktu empat tahun ke depan, kita diberikan kesehatan untuk melunaskan janji-janji membangun NTB yang makmur dan mendunia,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Ustaz Lalu Abdul Rasyid, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur dalam kegiatan tersebut. Ia menilai momentum Halal Bihalal menjadi sarana memperkuat ukhuwah, memperluas jejaring, serta membangun kembali semangat kebersamaan antaralumni.

“Kontribusi para alumni memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kemajuan pembangunan pendidikan di NTB dan yayasan dengan berbagi pemikiran, pengalaman, maupun jejaring yang dimiliki masing-masing,” ujarnya.

Ia berharap kebersamaan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam bentuk kolaborasi nyata. *

Exit mobile version