Kisah Guru Abiba, 17 Tahun Mengajar di Pulau Terluar Lombok Timur

banner 120x600

Selong, DS- Desa Gili Maringkik merupakan desa terluar di wilayah Kabupaten Lombok Timur. Untuk bisa ke sana harus menyeberang menggunakan perahu dengan 30 menit perjalanan dari pelabuhan nelayan Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak.

Guru Abiba salah satu guru honorer di sekolah Satap Keruak menuturkan telah mengabdi selama 17 tahun yaitu sejak tahun 2008. Ia mengajar mata pelajaran IPA pada kelas 7, 8 dan 9 di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Abiba merupakan Sarjana Pendidikan Biologi. Meskipun telah mengabdi belasan tahun hingga saat ini ia belum terangkat jadi ASN baik itu PNS maupun PPPK.

Awal mengajar ia hanya menerima honor sebesar Rp 150 ribu per tiga bulan, baru setelah mendapatkan SK Surat Perjanjian Kerja (SPK) tahun 2019 naik menjadi Rp 350.000 kemudian tahun 2020 naik status dengan mendapatkan SK Kontrak Kerja (KK) dengan honor 550.000. Kemudian tahun 2022 naik satus lagi dengan SK Perjanjian Kerja (PK) sampai 2024 dengan honor 650.000.

Tahun 2013 ia menikah di desa Bujak Lombok Tengah (Loteng). Saat itu ia harus bolak balik dari Bujak ke Gili Maringkik hingga tahun 2017. Namun demi pengabdian ia rela berkorban waktu dan tenga meskipun hanya menerima honorer Rp 150.000 per tiga bulan.

Ia tetap bertahan dengan harapan bisa terangkat menjadi PNS ataupun PPPK. Tapi hingga saat ini harapan tersebut belum terwujud.

“Dengan gaji segitu tentu tidak cukup. Biaya bolak balik aja enggak cukup, tapi kita harus cukup-cukupkan, apalagi saya haru membiaya dua anak,” keluhnya.

Sudah tiga kali mengikuti seleksi PNS, bahkan pernah daftar di KLU tapi tidak lulus, kemudian dua kali ikut seleksi PPPK tapi masih tetap tidak terangkat. Harapannya ini dengan masa pengabdian yang panjang ini, pemerintah bisa memberikan perhatian lebih dengan menjadikan prioritas pada pengangkatan PPPK tanpa harus melalui seleksi tes. Karena jika melalui tes maka tidak mampu bersaing dengan honorer muda yang otaknya lebih fresh.

“Harapannya, semoga kita diangkat menjadi ASN PPPK tanpa tes karna kita sudah lama mengabdi, ” imbuhnya.li