MATARAM DS-Hari Anak Nasional (HAN) di NTB tahun 2026 akan digelar secara kolaboratif melibatkan pemerintah, NGO dan dunia usaha. Kegiatan dipusatkan di depan Pendopo Gubernur NTB, Ahad (26/7) pukul 07.30 – 11.30 wita.
Tema nasional HAN yakni: “Anak Hebat Indonesia Kuat, Menuju Indonesia Emas 2045″ sedangkan sub tema lokal NTB “Keluarga Tangguh, Anak NTB Terlindungi ”
Perlindungan terhadap anak-anak NTB diharapkan mampu meningkatkan kualitas generasi mendatang yang semakin terjaga. Pada HAN tahun ini, Lembaga Perlindungan Anak (LPA)NTB dipercaya sebagai koordinator yang melibatkan mitra stakeholder lainnya termasuk TP PKK NTB dan jajaran terkait.
Ketua Panitia Peringatan HAN NTB 2026, Sukran Hasan, S. Pd., Sabtu (25/7), mengemukakan banyak lembaga yang ingin merayakan HAN 2026 sehingga disepakati digelar bersama-sama di satu waktu di tempat yang sama.
Kerja kolaborasi pemerintah provinsi NTB diantaranya dengan TP.PKK NTB, DWP NTB, LPA NTB, WVI, Santai, YPII, Islamic Relief, PPK Mataram, LPSDPM, Bunda PAUD, Program Inovasi NTB, PKPA Indonesia, Yayasan ANARA, Forum Anak NTB, Alomain, dan lain-lain.
“Lebih dari 25 NGO yang terlibat, ” kata Sukran.
Pemerintah dan NGO bahkan sangat antusias dalam perayaan HAN kali ini. Masing-masing ingin berperan dengan membawa anak dan remaja dampingannya untuk tampil di panggung hiburan. Peringatan HAN itu sendiri akan dihadiri Gubernur NTB, Lalu M. Iqbal sekaligus menyuarakan komitmen terhadap Suara Anak NTB.
Menurut Sukran, pelaksanaan HAN tahun ini menghadirkan peserta sebanyak 575 anak. Mereka merupakan dampingan sejumlah NGO. Bahkan Telkomsel ikut serta mengisi kegiatan yang bersifat edukatif.
HAN akan dirangkai dengan lomba menggambar, permainan tradisional, hiburan seperti menari, pantomim, musikalisaai puisi, dan mendongeng. Selain itu dilakukan penyampaian aspirasi dalam bentuk deklarasi suara anak oleh Forum Anak NTB. Terdapat pula therapi bagi anak berkebutuban khusus, layanan kesehatan gratis, cek kesehatan mata, pelayanan pembuatan akta kelahiran dan parenting bagi orangtua.
Momen bernuansa hiburan dan edukasi itu diisi dengan kiprah UMKM sebagai upaya pemberdayaan di bidang ekonomi.














