Mataram, DS-Cuaca ekstrim hujan dan angin kencang, Ahad (6/7), mengakibatkan sejumlah rumah warga di Kota Mataram dan Lombok Barat, NTB, terendam banjir. Beberapa ruas jalan utama dialiri air deras namun belum diketahui beaaran jumlah kerugian material.
Keterangan yang dihimpun menyebutkan tembok TPST Sandubaya roboh dan pohon tumbang di beberapa titik ruas jalan di kecamatan Cakranegara dan Sandubaya di Kota Mataram serta Kecamatan dan Narmada di Lombok Barat. Sungai Ancar mengalami pasang mengakibatkan sejumlah rumah penduduk di sekitarnya terendam.
Berdasarkan pantauan Citra Radar, terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat terpantau berlangsung sejak pukul 12.00 WITA sampai dengan 17.20 WITA, dipicu adanya awan Cumulonimbus di wilayah tersebut.
Banjir setinggi lutut orang dewasa terjadi di beberapa tempat seperti perumahan Riverside Park, BTN Sweta, kawasan Seruni, dan Taman Mandalika, Kota Mataram. Air hujan juga meluber di jalan raya di Jalan Majapahit. Bahkan sejumlah kampus pun digenangi air hujan hingga selutut orang dewasa.
BMKG mengimbau kepada stakeholder dan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, langsung turun meninjau lokasi banjir parah di Perumahan Riverside, Selagalas, Mataram, Minggu (6/7) malam.
Di lokasi, Gubernur Iqbal mendapati genangan air masih setinggi pinggang orang dewasa. Bahkan, menurut laporan warga, ketinggian air sempat mencapai atap rumah saat hujan lebat sore tadi. Kondisi ini membuat banyak warga terjebak dan membutuhkan bantuan evakuasi.
Melihat parahnya situasi, Gubernur Iqbal segera menginstruksikan berbagai pihak untuk memberikan bantuan tanggap darurat.
“Saya minta Basarnas, Tagana, maupun TNI AL untuk segera turun membantu warga yang kebanjiran di sini,” tegas Lalu Muhamad Iqbal.
Bantuan dari Basarnas, Tagana, dan TNI AL diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi warga yang terjebak, menyalurkan bantuan logistik, serta memastikan keselamatan warga di tengah ancaman banjir. Kmf
