KWT “Maju Bersama” Desa Kembang Kerang Tingkatkan Ekonomi Lewat Diversifikasi Pangan Lokal

banner 120x600

Lombok Timur, DS– Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bersama Desa Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel, berhasil menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya pemberdayaan ekonomi keluarga petani. Melalui pengolahan pangan lokal berbahan dasar singkong, kelompok ini kini mampu menghasilkan produk yang bernilai tambah sekaligus memiliki daya saing di pasar lokal.

Program pengabdian masyarakat yang digagas Universitas Gunung Rinjani (UGR) pada Agustus 2025 hadir untuk memperkuat kapasitas anggota KWT dalam mengelola potensi lokal. Kegiatan ini dirancang dalam bentuk pelatihan terstruktur yang meliputi pembuatan aneka olahan pangan berbasis singkong, seperti keripik singkong dengan berbagai varian rasa serta bolu tape singkong yang memiliki cita rasa khas. Selain itu, anggota KWT juga diberikan materi tentang manajemen pemasaran sederhana agar produk dapat menjangkau pasar yang lebih luas.Kripik singkong KWT Maju Bersama. 

Sebanyak 18 anggota KWT tercatat mengikuti program ini secara aktif. Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan diskusi kelompok yang dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali permasalahan sekaligus merumuskan solusi bersama. Antusiasme peserta terlihat dari tingkat kehadiran yang mencapai 100 persen dalam setiap pertemuan. Tidak hanya itu, anggota juga mendapatkan bantuan teknologi berupa mesin pemotong singkong dan oven pengering modern, sehingga proses produksi menjadi lebih higienis, praktis, dan efisien.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan. Berdasarkan data monitoring, sebanyak 95 persen anggota mampu memahami teknik pengolahan pangan lokal dengan baik, sementara 90 persen berhasil menguasai strategi pemasaran berbasis metode 4P (produk, harga, tempat, dan promosi). Produk olahan yang sebelumnya diproduksi secara sederhana kini telah mengalami perubahan dalam hal kualitas dan kemasan. Produk dikemas lebih menarik dengan label dan desain modern, lalu dipasarkan melalui warung tradisional, minimarket lokal, hingga media sosial.

Dampak positif mulai terasa. Penjualan produk keripik singkong dan bolu tape singkong menunjukkan peningkatan sekitar 25 persen dibandingkan sebelum adanya pelatihan. Beberapa minimarket di Kecamatan Aikmel bahkan mulai rutin memesan produk olahan KWT. Tidak hanya itu, jangkauan pemasaran secara daring juga berhasil menarik perhatian konsumen dari luar desa, menandakan potensi perluasan pasar di masa mendatang.

Respon Ketua KWT, Ibu Sumarni, terhadap program ini sangat positif. Ia menyampaikan rasa dukungannya terhadap kegiatan yang dijalankan bersama UGR. “Respon saya sangat baik, bahkan saya sangat mendukung program ini. Harapan saya KWT bisa terus maju agar usahanya tetap berjalan dengan baik,” ujarnya. Dukungan ini menjadi motivasi besar bagi anggota untuk terus berinovasi dan menjaga keberlangsungan usaha.

Program pengabdian ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam penerapan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mahasiswa UGR yang terlibat memperoleh pengalaman nyata dalam pemberdayaan masyarakat sekaligus belajar mengaplikasikan ilmu di lapangan. Ke depan, hasil kegiatan ini direncanakan akan dipublikasikan dalam jurnal nasional, diliput media massa, serta didokumentasikan dalam bentuk video resmi UGR sebagai bukti nyata keberhasilan program.

Dengan dukungan teknologi, pelatihan intensif, serta pendampingan berkelanjutan, KWT Maju Bersama optimistis mampu memperluas pasar olahan pangan lokal dan meningkatkan pendapatan keluarga petani. Lebih jauh, keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan perempuan pedesaan dalam mengoptimalkan potensi lokal untuk penguatan ekonomi masyarakat di Lombok Timur.