Hukrim  

Lima Lokasi Tambang di Lombok Timur Dirusak dan Dibakar Warga

banner 120x600

Selong, DS- Protes warga Korleko, Kecamatan Labuhan Haji, terhadap aktivitas tambang galian C berujung aksi pengerusakan, Senin (4/11).

Ratusan warga melakukan aksi pengerusakan dan pembakaran fasilitas di lokasi tambang yang berada di wilayah Kalijaga dan Korleko. Lima lokasi tambang yang dibakar dan dirusak itu diantaranya di Kalijaga Selatan, Kalijaga Baru, Kalijaga Timur, dan Korleko Selatan

Tidak hanya pengerusakan, pekerja di lokasi tambang juga ikut diamuk warga. Pengerusakan tersebut berlangsung ketika asisten II Setda Pemrov NTB bersama OPD terkait lingkup Pemkab Lombok Timur turun melakukan sidak ke sejumlah lokasi tambang.

Pengerusakan dilakukan warga berupa pembakaran gazebo hingga alat berat yang berada di lokasi tambang. Pemilik tambang pun temasuk pekerja yang menjadi korban penganiayaan telah melaporkan kasus ini ke Polres Lombok Timur. Kasus ini  masih dalam proses penyelidikan. Pihak kepolisian masih sedang melakukan pendalaman keterangan saksi termasuk mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap dalang dibalik aksi anarkis warga itu.

Kasat Pol PP Lombok Timur, Slamet Alimin, ketika dikonfirmasi membenarkan terkait dengan pengerusakan ini. Disebutkannya kejadian tersebut berlangsung ketika mereka bersama dengan asisten II Setda Pemrov NTB sedang turun sidak. Namun seketika kerumunan warga datang dan melakukan pengerusakan.

” Kita mengawal asisten II untuk mengecek tambang galian C untuk memastikan apakah mereka beroperasi atau tidak. Soalnya tambang ini kan menjadi kewenangan provinsi. Pas kita di sana warga melakukan pengerusakan. Ada gazebo yang dibakar,” jawab Slamet Alimin.

Alimin juga membenarkan adanya pekerja yang dipikul di lokasi tambang. Bahkan sebagian warga juga sampai membawa senjata tajam (Sajam).

” Memang ada saya lihat membawa sajam, ” kata Alimin.

Terpisah salah seorang pemilik tambang yang dirusak, H. Maidy, sangat menyangkan kejadian ini. Pembakaran hingga penganiayaan terkesan dibiarkan oleh petugas Satpol PP termasuk juga asisten II Pemprov NTB.

” Kami sama sekali tidak pernah menduga akan terjadi hal seperti ini. Apalagi pengerusakan dan penganiayaan dilakukan warga itu ketika Asisten II dan beberapa OPD terkait Pemkan Lombok Timur turun sidak ke lokasi tambang tersebut,” sesal Maidy.

Maidy mempertanyakan alasan Asisten II Pemrov NTB termasuk pejabat terkait Pemkab Lombok Timur membawa warga konvoi ke sejumlah tambang yang mereka kunjungi sedangkan kondisi masih belum kondusif. Dengan demikian Maidy beranggapan kedatangan para pejabat ini terkesan memprovokasi warga.

“Informasi saya dapatkan yang turun itu Asisten II Pemprov NTB, kemudian Kasat Pol PP bersama dengan anggotanya termasuk juga Kadis LHK dan pihak dari Bapenda. Makanya kami bertanya ini ada kok sampai terjadi seperti ini. Masak sidak tersebut sampai harus membaws warga. Kalau sudah di satu lokasi sudah terjadi pengerusakan, tidak perlu lagi warga dibawa ke tambang yang lain, ” ujarnya

Usaha tambang miliknya itu, kata dia, telah memiliki izin. Namun setelah adanya penolakan, ia pun memilih untuk tidak melakukan aktivitas apapun.

“Tapi kenapa mereka sampai melakukan pengerusakan? Kalau mau sidak tidak perlu bawa – bawa warga. Kalau katanya mereka kecolongan dan khilaf cukup sekali. Tapi kenapa mereka tetap membawa warga ke lokasi tambang yang lain dan kembali berbuat anarkis, “imbuhnya.

Sementara itu, Kasat reskrim Polres Lombok Timur, AKP I Made Dharma Yulia Putra, membenarkan telah menerima laporan terkait pengerusakan di tambang galian C termasuk juga penganiayaan terhadap salah seorang pekerja. Pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkapkan siapa dalang dibalik aksi  tersebut.li