Selong, DS- Atap Masjid Tibbissalam Dusun Tibu Salam Desa Pringgasela Timur, Kecamatan Pringgasela, ambruk setelah diterjang hujan dan angin kencang, Kamis (30/1).
“Sebelumnya terjadi angin kencang dan saat itu hujan baru saja mau reda. Saat itu saya mendengar suara kayu yang akan patah,” tutur pengurus masjid, Musleh.
Tidak lama setelah suara itu, ujarnya, tiba-tiba semua atap masjid ambruk ke dalam masjid. Ambruknya atap masjid karena bangunan masjid sudah tua. Kayu-kayu atap banyak yang lapuk. Sejak dibangun tahun 2006 lalu, masjid Tibbissalam tidak pernah direnovasi.
Saat kejadian kondisi masjid dalam keadaan sepi. Sedangkan Rabu malam itu warga sedang melakukan pengajian peringatan isra’ Mi’raj.
“Bersyukur kejadiannya tidak malam. Seandainya malam pada saat acara isro’ dan mi’raj mungkin banyak korban. Padahal malam itu juga sedang terjadi hujan lebat,” katanya.
Kerusakan yang terjadi hampir di semua atap masjid, sementara tembok masjid masih dalam kondisi bagus. Sehingga untuk sementara waktu, warga setempat berencana memasang terpal sebagai atap masjid, agar masjid bisa difungsikan kembali.
Masjid tersebut diakui merupakan masjid satu-satunya di Dusun Tibu Salam. Kendati ada masjid yang lain di Desa Pringgasela Timur, namun jaraknya cukup jauh dari Dusun Tibus salam sekitar 2 kilo meter lebih.
“Jauh masjid dari sini (Dusun Tibu Salam-red) maka satu-satunya solusi ialah membuat atap dari terpal untuk sementara waktu bisa kita renovasi. Karena tidak ada lagi tempat kita Jum’atan. Di masjid ini juga sebagai tempat anak-anak mengaji,” imbuhnya.li














