Melihat Aktivitas Kormavet yang Berjuang Tanpa Pamrih Membantu Peternak

banner 120x600

Selong, DS- Sekelompok mahasiswa tengah sibuk membantu warga melakukan vaksinasi dan penyemprotan kandang untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi di wilayah Lenek, Rabu lalu.

Mereka adalah kelompok mahasiswa Fakultas Peternakan yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Relawan Veteriner (Kormavet) NTB.

Mereka merupakan relawan di bidang Peternakan yang gencar membantu peternak dalam merawat dan mencegah terjadinya berbagai penyakit yang akan menjangkiti hewan ternak. Salah satunya ialah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Ketua Kormavet NTB, Zeze Taruna, menceritakan, komunitas ini muncul pada tahun 2021 lalu, sebelum merebaknya penyakit PMK di Indonesia. Komunitas ini lahir dari Lombok Timur yang sebagian besar anggotanya berasal dari mahasiswa peternak Undikma dan Unram.

“Komunitas ini lahir sebagai bentuk pengabdian kami kepada masyarakat. Kami hadir untuk membantu para peternak dalam merawat ternak mereka sekaligus memberikan edukasi cara berternak yang baik dan benar agar hewan ternak tidak mudah terjangkit penyakit,”ujarnya.

Pria yang akrab disapa Zeze ini menuturkan kegiaatan yang dilakukan murni  secara sukarela. Bahkan setiap bulan rutin melakukan posyandu ternak untuk membantu para peternak memastikan ternak mereka tetap sehat dengan memberikan edukasi dan pendampingan secara gratis.

Tidak jarang mereka harus iuran untuk membantu peternak membeli obat-obatan atau disinfektan untuk penyemprotan kandang atau pasar-pasar ternak di NTB. Sedangkan batuan dari pihak-pihak terkait tidak ada.

“Kita tidak punya dana atau sumber dana, kami bisa biasanya akan bersurat kepada dinas-dinas terkait untuk meminta bantuan. Jika tidak ada kami juga uran dengan teman-teman,” ungkapnya.

Pahit manis menjadi relawan ternak diakui sudah habis dilalui dengn ikhlas dan penuh dedikasi. Semata-mata dengan niat membantu masyarakat khususnya para peternak agar paham cara beternak dan penanganan saat ada ternak yang sakit.

Selain memberikan pelayanan kesehatan seperti pemberian vitamin, pengobatan, hingga penyemprotan desinfektan untuk pencegahan PMK, kegiatan lain yang dilakukan ialah mengajarkan peternak untuk membuat pakan dan perawatan hewan liar di pasar, termasuk program vasektomi pada anjing guna mengendalikan populasi.

“Kami sering terkena tendangan sapi jumbo. Tetapi semua itu sudah kami anggap hal biasa. Dan lama-lama kita tahu cara mengatasinya,” ujarnya.

Kata dia, sebelum adanya kegiatan kormavet ini, banyak peternak yang asal-asal beternak. Kadang, pakan dan ternak tidak terlalu urus dengan baik.

Jumlah anggota Kormavet sendiri sebanyak 147 anggota, yang terdiri dari mahasiswa Undikma dan Unram. Sebanyak 80 orang di antaranya aktif dalam setiap program, sementara anggota baru yang direkrut tahun ini mencapai 25 orang.

“Saat posyandu kita berikan vitamin, pemberian obat cacing. Kami juga didampingi oleh dokter-dokter hewan. Peternak yang kita datangi itu ternak-ternak yang agak rentan terkena penyakit,”katanya.

Selain melakukan posyandu ternak setiap bulan, komunitas ini juga kerap turun ke tengah-tengah masyarakat saat terjadi wabah termasuk saat wabah PMK.

Dia berharap ada dukungan dari berbagai pihak agar kegiatan yang dilakukan terus berjalan demi kesehatan hewan dan kesejahteraan peternak.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim, drh. Hultatang, mengakui keberadaan Kormavet sangat membantu pemerintah dalam hal ini Disnakeswan Lotim, terutama dalam mengedukasi peternak dan penanganan PMK.

Kormavet, yang dibentuk pada 2021, terus berupaya memperjuangkan peningkatan pendidikan bagi mahasiswa kedokteran hewan di NTB.

Saat ini, lulusan di bidang kedokteran hewan di NTB masih terbatas hingga jenjang sarjana, sehingga Kormavet mendesak agar program profesi dokter hewan segera dibuka.

Dengan berbagai tantangan, termasuk kesulitan mencari sponsor, Kormavet tetap konsisten menjalankan misinya. Kegiatan mereka tidak hanya terbatas di Lombok Timur tetapi juga menjangkau wilayah lain di NTB.

Semangat pengabdian yang ditunjukkan menjadikan Kormavet sebagai komunitas yang diidolakan oleh masyarakat dan peternak setempat.li