Menaker Buka Pelatihan Program TMT Makanan Bergizi Gratis di Lombok Timur

banner 120x600

Selong, DS- Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI, Yassierli, membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Pelatihan Tailor Made Trainning (TMT) Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktifitas (BPVP) Lombok Timur, Kamis (31/07/2025).

Pelatihan diikuti 256 peserta termasuk diantaranya SDM dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lombok Timur. Mereka dilatih mengolah berbagai menu makan ikan, unggas dan aneka sup yang dibutuhkan dalam program MBG.

Menaker Yassierli mengatakan kondisi ekonomi dan geopolitik global mengakibatkan dinamika di dunia ketenagakerjaan. Di tengah rendahnya daya saing dan produktifitas, pelatihan vokasi menjadi salah satu solusi.

“BPVP hadir sebagai salah satu solusi untuk penguatan skill yang langsung diserap industri dan meningkatkan produktifitas sekaligus mengurangi pengangguran, ” ujarnya di depan ratusan peserta pelatihan.

Begitu pula dengan tenaga SPPG yang menyiapkan menu MBG, kata Yassierli, perlu disiapkan SDM yang mumpuni sehingga bisa mengolah makanan bergizi dan lezat dikonsumsi siswa.

“Penyiapan kompetensi agar SPPG bisa dikelola secara profesional. Tak hanya bergizi tapi juga lezat, ” ucapnya.

Semua BPVP di Indonesia, tegasnya, berkomitmen mendukung penuh berbagai program pemerintah pemerintah termasuk program MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo. Karna itu, BPVP Lombok Timur menjalin kerjasama dengan sejumlah SPPG di wilayah ini.

“Kita ingin mendukung target 82 juta orang yang akan memanfaatkan MBG sehingga semua siswa di Indonesia memiliki gizi yang sama dan tumbuh yang sama. Sehingga tidak ada alasan lagi anak tidak cerdas karna kurang asupan gizi, ” tandasnya.

Lebih jauh, Yassierli menegaskan pelatihan vokasi menjadi salah satu unggulan di semua BPVP untuk meningkatkan keterampilan sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Karna itu, Kemenaker terus mengawal semua konten pelatihan. Semua konten pelatihan telah memenuhi kualifikasi dan peserta pelatihan mendapat sertifikasi dari BNSP.

Menurutnya, tantangan dunia kedepan akan semakin penuh dengan ketidakpastian. Dunia berubah dengan cepat. Lebih lagi dengan keberadaan AI dan perkembangan teknologi informasi yang pesat. Dalam sebuah penelitian, kata Yassierli, 50 persen skill di industri saat ini dalam 10 tahun kedepan tidak relevan lagi.

“Jadi kebutuhan kompetensi kedepan semakin berat. Kompetensi sekarang bisa jadi gak berlaku di masa yang akan datang. Karna itu kita semua harus terus meningkatkan kompetensi atau growh mindset, ” paparnya.

“Kunci sukses kedepan adalah mereka yang memiliki kompetensi. Tak hanya cukup mengandalkan ijazah. Karna itu harus diperkaya dengan sertifikasi kompetensi dan BPVP siap memfasilitasi,” imbuh Yassierli. Li