Hukrim  

Pelaku Pembuang Bayi di Toilet Puskesmas Selong Ternyata Pelajar SMA

Toilet tempat bayi dibuang

Selong, DS – Polisi  berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi di toilet Puskesmas Selong Lombok Timur. Ternyata ibu bayi mungil berjenis kelamin perempuan itu berstatus pelajar kelas 1 salah satu SMA swasta di wilayah Selong.

Adapun identitas pelaku berinisial S (16). Ia diamankan polisi di rumahnya di wilayah Kecamatan Selong, Jumat (02/05/2025) malam sekitar pukul 22.24 Wita.

Pelaku diamankan setelah polisi melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan memeriksa rekaman CCTV Puskesmas sehingga polisi dengan cepat melakukan identifikasi dan menemukan pelaku.

Berdasarkan alat bukti video tersebut bhabinkamtibmas Selong berkomunikasi dengan Ketua RT.  Dan  diketahui kalau itu adalah putri dari bapak Z.

Pada saat diperlihatkan foto terduga pelaku pembuangan anak dibenarkan bahwa itu adalah putrinya sehingga langsung dibawa ke Polsek Selong diminta keterangan”, ungkap Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Nikolas Osman, Sabtu (03/05/2025).

Lebih jauh Nikolas menerangkan dari hasil pemeriksaan S mengakui bayi yang dibuang di toilet Puskesmas itu adalah buah hatinya. Hamilnya S, berawal dari perkenalannya dengan AN, warga Kelayu Jorong pada bulan Maret 2024. Akhir Agustus mereka melakukan hubungan badan di sebuah warung remang remang di wilayah Labuhan Haji.

“Dari keterangan S, itu terus terjadi setiap kali bertemu. Kemudian pada bulan September 2024 tidak pernah datang bulan, dan itu dilaporkan ke AN, sehinggga oleh AN dibelikan testpack untuk mengetes kehamilan,” ucapnya.

Hasil test menunjukkan positif hamil sehingga pernah dicoba menggugurkan kandungannya dengan meminta bantuan AN dengan memberikan tablet sebanyak 2 biji sehingga haid.

S mengira bahwa bayi yang ada di perutnya telah gugur.

“Namun S mulai curiga di bulan puasa karena ingin makan yang aneh,” sambung Nikolas.

Selanjutnya, tanggal 30 April 2025 sekitar pukul 12.00 Wita, S merasakan sakit perut terus menerus sehingga pukul 21.00 pergi ke Puskesmas Selong dibonceng orang tuanya. Tiba di Puskesmas, S beralasan tidak pernah BAB selama 4 hari dan saat bersamaan S merasa ada cairan yang keluar dan benda dari kelaminnya.

“Ternyata itu adalah anaknya sehingga meminta orang tuanya untuk mengantarnya ke toilet dengan maksud menaruhnya di sana bahkan sempat meminta orang tuanya untuk meminjam gunting perawat jaga agar bisa memotong pusat bayinya. Setelah itu anaknya ditutup menggunakan penutup ember yang ada di toilet tanpa menggunkan pakaian,” terangnya.

S Kemudian keluar berjalan kembali ke tempat ruang periksa. Sempat di suntik di lengan kanan dan kiri oleh perawat, S kemudian pulang ke rumahnya.

Saat ini S tengah menjalani pemeriksaan di Unit PPA Polres Lombok Timur dan mendapat pendampingan dari Psikolog dan petugas Dinas Sosial Lombok Timur.li

Exit mobile version