Hukrim  

Pencuri Tutup Gorong-gorong Dibekuk Polisi

Selong, DS- Polisi menangkap terduga pelaku pencurian besi penutup gorong-gorong di Desa Dasan Borok, tepatnya di jalan samping SDN 1 Dasan Borok, Kecamatan Suralaga, yang terjadi sekitar pukul 00:17 Wita, Minggu (29/12).

“TKP-nya memang di Suralaga, tetapi pelaku berasal dari Kecamatan Pringgasela sehingga kami langsung jemput pelaku tadi pagi di rumahnya,” terang, Kapolsek Pringgasela, IPTU Tri Ariwibowo, Senin (30/12).

Dikatakan, penangkapan terduga pelaku bermula dari rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pelaku saat mengambil tutup gorong-gorong yang tersebar luas di media sosial dan salah satu warga mengenali pelaku dan alamatnya.

Berkat informasi itu, Polsek Pringgasela langsung menindak lanjuti vidio tersebut dan menelusuri sepeda motor yang digunakan terduga pelaku saat mengambil penutup gorong-gorong. Setelah dilakukan penyelidikan pelaku diketahui berinisial MU 17 tahun, warga Desa Rempung Kecamatan Pringgasela.

“Benar saja, setalah ditelusuri pelaku merupakan warga Desa Rempug. Saat di amankan tim juga menemukan barang bukti (BB) berupa penutupan gorong-gorong di rumahnya. Pelaku kemudian kami amankan ke Polsek,” ujarnya.

Berdasarkan hasil interogasi, pelaku sudah sering melakukan aksi pencurian dengan barang yang berbeda. Uang hasil yang didapatkan dari hasil pencucian itu digunakan untuk kesenangan pribadi.

Sementara terduga pelaku MU mengaku sudah tiga kali melakukan aksi pencurian tutup gorong-gorong di Kecamatan berbeda. Sementara untuk pencurian barang-barang yang lain diakui sudah sering dilakukan.

“Sudah tiga kali kalau yang mencuri besi gorong-gorong. Kalau barang-barang yang lain sering, lupa berapa kali, seperti Hp, gas, dan lain,” katanya.

Diceritakan, pencurian besi penutup gorong-gorong itu dilakukan setelah dirinya mengetahui harga besi di pengepul rongsokan cukup mahal. Sehingga ia merasa tertarik untuk mencari tutup gorong-gorong. Satu tutup gorong-gorong biasanya dijual dengan harga sekitar Rp 70-80 per satu tutup gorong-gorong.

Pencurian tutup gorong-gorong ini dinilai lebih cepat laku dan harganya cukup mahal dibanding dengn yang lain. Uang yang hasil penjualan barang-barang yang dicuri digunakan untuk membeli rokok dan kebutuhan pribadinya tanpa memberikan kepada istrinya.

“Pakai sendiri saja untuk senang-senang, beli rokok dan keperluan lain. Kalau istri tidak pernah saya berikan, “imbuhnya.li

Exit mobile version