Peresean Bupati Cup II 2026, Sedot Ribuan Pengunjung di Ke Taman Kota, Lombok Barat

Lombok Barat, DS- Event budaya Peresean Bupati Lobar Cup II kembali digelar dengan meriah memasuki hari ketiga di Koloseum Taman Kota Gerung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian tradisi khas Sasak sekaligus ajang hiburan bagi masyarakat Lombok Barat (Lobar) dan sekitarnya.

Event ini secara resmi dibuka oleh Bupati Lombok Barat Lalu sekaligus meresmikan Koloseum Taman Kota Giri Menang setelah penataan ulang yang dilakukan sejak beberapa waktu lalu.

“Komitmen kami untuk mengembangkan olahraga tradisional sekaligus melestarikan budaya peresean adalah sangat tinggi. Salah satu bukti bahwa melengkapi sarana ini, dan hari ini sudah jadi, dan pertama yang menggunakan adalah pelungguh sami,” ungkap LAZ sapaan akrab Bupati Lobar.

LAZ berharap dengan adanya pertunjukan memadai seperti ini bisa mengangkat derajat pertunjukan peresean ke level yang lebih tinggi.

Event Peresean ini juga merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Lobar yang ke-68. Selain sebagai ajang kompetisi, Peresean Bupati Lobar Cup II juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antar paguyuban peresean yang ada di pulau Lombok.

Tercatat 16 paguyuban peresean yang berasal dari Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur hingga Kota Mataram ikut ambil bagian dalam event ini.

Salam, salah satu pengunjung asal Kuripan Lobar mengaku sangat antusias menyaksikan para pepadu (petarung peresean, red) bertarung dan mempertunjukkan kemampuan terbaik mereka di event ini.
“Saya merasa event peresean ini sangat menarik antusias, dan saya menyukainya, karena kebetulan saya sudah berpengalaman selama 20 tahun sebagai mantan pepadu,” ucap Salam.

Selain itu juga, event ini bertujuan untuk mendorong dan lebih menghidupkan sektor UMKM dan ekonomi kreatif khususnya di sekitar Taman Kota Gerung.

Faizah yang sehari-hari berjualan di sekitar Taman Giri Menang Gerung juga mengaku mendapat hasil yang lebih saat event peresean berlangsung. “Alhamdulillah rejeki kita selama event peresean ini naik yang biasanya 200 ribu dan sekarang 350 ribu dalam sehari. Harapan saya tetap ramai bahkan kalau bisa jumlah pembeli semakin meningkat,” harapnya.

Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, event ini diharapkan terus menjadi agenda tahunan yang mampu mengangkat potensi budaya Lombok Barat ke tingkat yang lebih luas dan tentunya meningkatkan sektor ekonomi UMKM setempat. (adi)

Exit mobile version