Petani Padi Masih Bahagia Menyambut Hujan

banner 120x600

Petani dengan lahan persawahan yang terbatas  bahagia menyambut hujan yang akhir-akhir ini rajin turun di Lombok. Para buruh tani dikerahkan menanam padi oleh para pemilik lahan.

Hal itu tampak di Desa Kuripan Timur, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Sejak hujan turun, mereka yang terdiri dari ibu-ibu mulai mengolah lahan dan menanam bibit padi.

Salah seorang pemilik lahan, Rumesar, mengaku mengerahkan 13 orang ibu menanami padi di atas lahannya seluas 40 are. Rumesar harus merogoh duit Rp 800 ribu melibatkan mereka untuk memenuhi areal miliknya dengan bibit padi.

Sebelumnya, Rumesar menyewa traktor untuk mengolah lahan sebesar Rp900 ribu. Sedangkan harga bibit padi yang dibeli Rp200 ribu. Hal itu dilakukan dalam waktu singkat menyambut hujan.

“Hanya perlu waktu setengah hari untuk menanam bibit padi, ” katanya, Kamis (20/11).

Jika dihitung dengan pembelian pupuk dan obat-obatan sekira Rp1 juta, suami dari Mardiana itu merogoh saku untuk biaya produksi sekira Rp3 juta.

Biasanya nilai pembelian untuk hasil luas panen seluas 40 are mencapai Rp12 juta.
“Pembelinya datang memanen sendiri, ” katanya.

Dari mengelola lahannya itu, Rumesar setidaknya meraih penghasilan Rp9 juta sekali panen atau per tiga bulan. Artinya, sebulan ia memeroleh hasil Rp3 juta dari lahannya yang seluas 40 are.

Untuk menambah pendapatan, sehari-hari Rumesar berjualan cilok keliling menggunakan kendaraan roda dua.Justru dari hasil berjualan cilok Rumesar bisa mendapafkan Rp100 ribu hingga Rp150 ribu sehari.

Kendati penghasilan dari berjualan cilok lebih besar, Rumesar mengaku tidak ingin meninggalkan profesinya sebagai petani.
Kepala Desa Kuripan Timur, Anwar Ibrahim, mengatakan potensi desa itu dominan di bidang pertanian. Sebagai desa penghasil padi, Kuripan Timur memasok kebutuhan beras di sejumlab pasar di Lombok.

Namun, terkait hadirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Pemerintah Pusat, Anwar Ibrahim mengatakan perlunya pemerintah melirik produk pertanian di desanya agar para petani merasakan dampaknya. Ian