Selong, DS- Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Lombok Timur mulai mendapat perhatian warga. Jumlah pendaftar melalui aplikasi meningkat signifikan satu bulan terakhir.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lombok Timur, warga yang sudah mendaftar program Cek Kesehatan Gratis (CKG di fasilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas 1.165 orang terhitung dari tanggal 10 Februari sampai dengan 15 Maret 2025.
Sementara dari jumlah 1.165 orang tersebut yang mendaftar melalui aplikasi itu hanya 677 orang saja. Akan tetapi yang berjanji siap hadir hanya 582 atau 85, 97 persen saja. Artinya yang mendaftar dan janji hadir tidak semua juga datang.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur Dr Pathurrahman saat rakor via zoom di kantor Bupati Lombok Timur memaparkan awalnya minat warga cukup rendah, tapi sekarang sudah meningkat.
“Diawal-awal sangat rendah sekali, banyak yang mendaftar hanya janji-janji saja tapi tidak hadir. Sekarang sudah di angka 85, 97 persen,” ungkapnya.
“Perempuan lebih banyak yang mendaftar dari laki-laki dan itu jumlahnya 1165 orang,”sambung Pathurrahman.
Dikatakan, proses pendaftaran melalui 3 Jalan ataralain melalui aplikasi Satu Sehat, via WhatsApp dan datang Langung ke layanan kesehatan. Sedangkan fokus dari pelayanan CKG sendiri untuk melakukan screening kesehatan.
“Kita screening ini untuk mendeteksi penyakit-penyakit apa yang diderita oleh pasien ini. Misalnya pasien ini dideteksi kemungkinan besar penyakit Diabetes dan penyakit lainya,” ujarnya.
Hal ini sangat penting, karena melalui CKG ini bisa mencegah terjadinya penyakit yang parah. Selain itu juga melalui program ini bisa memberikan edukasi penanganan terhadap pasien atas penyakit yang di derita.
Dengan pasien mengetahui penyakit yang dialaminya sehingga pasien bisa menjaga diri. Selain itu pihak dari kesehatan bisa memberikan edukasi langsung terhadap pasien.
“Kita bisa berikan edukasi, Misalnya penyakit kencing manis, kita bisa arahkan untuk rajin berolahraga, makan yang cukup dan seimbang,” terangnya.
Ia tambahkan, untuk pelayanan program CKG sementara ini dilaksanakan di Puskesmas. “Kedepan kita akan melihat perkembangan dari pusat dan mungkin akan ada pelayanannya di klinik,” tandasnya.li














