Seutas Tali Menjerat Leher Pelajar di Kecamatan Pujut, Diduga Gantung Diri

banner 120x600

LOMBOK TENGAH, DS– Polsek Pujut bersama Tim Inafis Polres Lombok Tengah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) terkait terjadinya peristiwa seorang pelajar diduga gantung diri didalam rumahnya di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut. Seutas tali menjerat leher pelajar berinisial J di dalam kamarnya.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat, SIK melalui Kasi Humas IPTU L. Brata Kusnadi, Minggu (25/8) membenarkan peristiwa tersebut.

Korban merupakan seorang siswi kelas dua belas di salah satu Madrasah Aliyah (MA) di Kecamatan Pujut.

Kasi Humas menerangkan peristiwa itu terjadi pada hari Rabu (21/8) sekitar pukul 10.00 wita. Saat itu, ibu korban, Munisah, usai pulang dari pasar langsung memasak tanpa memperhatikan anaknya di dalam kamar karena ia mengira anaknya pergi sekolah.

Usai memasak, lanjut Kasi Humas, ibu korban melihat sepatu anaknya berada di dekat kamarnya. Munisah curiga anaknya hari itu tidak masuk sekolah sehingga langsung membuka pintu kamar korban.

“Saat dibuka ibu korban terkejut melihat anaknya sudah dalam keadaan menggantung di dalam kamarnya dengan seutas tali nilon warna biru. Ibu korban langsung berteriak dan meminta tolong kepada tetangganya,” jelasnya.

Personel piket Polsek Pujut menuju ke TKP bersama Unit Inafis Polres Lombok Tengah setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Dari hasil olah TKP tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan baik sajam maupun bekas benda tumpul pada tubuh korban,” jelasnya.

Keluarga korban menolak jasad korban untuk dilakukan proses outopsi dengan alasan bahwa keluarga meyakini peristiwa tersebut adalah murni peristiwa bunuh diri.

“Ini murni musibah dan pihak korban menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan menolak untuk di outopsi supaya korban bisa segera disemayamkan dan dimakamkan,” katanya.hm