Mataram, DS-Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram menggelar workshop dan praktek continental food 2-9 Juli 2024. Menghadirkan master cheer Belanda, Theo Van Rensch, kegiatan itu diikuti mahasiswa dan guru dari 10 SMK. .
Pembekalan hari pertama dan kedua berupa teori pengenalan continental food yang biasa disajikan di Eropa. Setiap negara di Eropa punya ciri khas sendiri.
“Menu menu itu dianggap penting karena banyak wisatawan dari Eropa ke Indonesia dan mahasiswa juga banyak dilirik industri Eropa. Banyak mahasiswa yang bekerja di kapal pesiar,” ujar Sekretaris Panitia, Eka Ambarwati, Minggu (7/7).
Makanan di Belanda, Italia, Belgia, Perancis. Semenanjung Balkan, punya karakterisitlk yang berbeda beda sehingga hal ini mesti dipahami mereka yang berkecimpung khususnya di dunia pariwisata.
Pada kegiatan tanggal 6-9 Juli, diperagakan praktik makanan bertahan baku ikan. Kegiatan yang baru pertama kali dilakukan ini, kata Eka, diharapkan mampu meningkatkan skill mahasiswa perhotelan dan guru SMK dalam membuat menu makanan continental.
Sejumlah guru SMK yang diundang berasal dari SMK 1 Gerung, SMK 1 Batulayar, SMKN 2 Sekotong, SMKN 2 Lembar, SMKN 1 Lingsar, SMKN 4 mataram, dan SMKN 1 Pujut.
Menurut Kaprodi Perhotelan STP Mataram, Lalu Yulendra, pemahaman terkait continental food penting karena saat ini banyak alumni STP Mataram yang bekerja di luar negeri. Melalui kegiatan ini diharapkan tidak terlalu jauh gap pemahaman terkait continental food.
Salah seorang guru SMKN 4 Mataram, Rusmiati, menilai kegiatan itu memberikan pengetahuannya tentang berbagai jenjs makanan berbahan dasar ikan. Ia pun mengapresiasi STP Mataram yang telah mendatangkan chef dari negeri asalnya untuk mengenalkan banyak resep berbahan ikan.
Pada acara yang digelar Minggu, mahasiswa dan guru dibagi empat kelompok. Setiap kelompok praktik masakan berbasis ikan dengan resep berbeda didampingi langsung oleh Theo. Ian
