Selong, DS- Peletakan batu pertama pembangunan Masjid As Syuhada resmi dilaksanakan di dusun Lendang Belo, Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Rabu (22/4), dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin.
Masjid yang direncanakan memakan anggaran tak kurang dari Rp 3 miliar ini diharapkan menjadi pusat kegiatan ibadah dan pemberdayaan umat di wilayah setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin mengakui bahwa semangat masyarakat saat ini sedang luar biasa dalam berbagai bidang pembangunan.
“Kita lihat masyarakat sedang gencar-gencarnya membangun, termasuk rumah-rumah ibadah. Ini adalah keberkahan tersendiri,” ujar Bupati.
Ia mengaitkan semangat pembangunan tersebut dengan capaian positif ekonomi daerah. Menurut data terbaru, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Timur mencapai 4,39 persen, menempatkan daerah ini di posisi kedua se-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah Kota Mataram.
“Membangun masjid adalah keberkahan karena rezeki masyarakat menjadi berkah. Semua bersemangat untuk membangun rumah Allah,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung sejumlah proyek besar lainnya. Ia menyebutkan rencana renovasi Masjid Raya atau Masjid Agung Al-Mujahiddin Selong dengan anggaran mencapai Rp50 miliar. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur akan membangun ulang Gedung Wanita Selong menjadi gedung modern yang mampu menampung sekitar 5.000 orang.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa Lombok Timur menjadi salah satu kabupaten yang masuk nominasi Entrepreneur Government atau Pemerintahan yang menerapkan prinsip kewirausahaan. Ia berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Lombok Timur agar daerah ini bisa meraih predikat terbaik dalam program Kementeeian Dalam Negeri tersebut.
Dari sisi bantuan keagamaan, Bupati memaparkan bahwa sepanjang tahun 2025, pemerintah daerah telah mengalokasikan dana hingga Rp7 miliar untuk bantuan pembangunan masjid maupun pondok pesantren. Khusus untuk pembangunan Masjid As Syuhada, ia menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan sebanyak 250 sak semen sebagai bentuk dukungan nyata.
Pemda terus mendorong agar pembangunan keagamaan tidak hanya dari fisik semata, melainkan juga aspek non fisik. Hmlt














