Lobar, DS-Temu Forum Anak NTB 2024 digelar di Lombok Beach Batulayar, Lombok Barat, Selasa (9/7). Pertemuan itu diharapkan mampu menjadikan anak agen perubahan sesuai perannya sebagai pelopor dan pelapor.T
emu Forum Anak Yang dihadiri Pj Ketua 1 TPPKK NTB, Kepala. DP3AP2KB NTB, Kadis Dikbud NTB, dan Ketua LPA NTB, menekankan pula partisipasi anak dalam pembangunan terutama pemenuhan hak anak.
Dalam pertemuan yang dihadiri 34 orang yang terdiri dari 24 peserta dari Forum Anak dan 10 fasilitator, diharapkan terpilih Duta Anak NTB, pengurus Forum Anak NTB serta rekomendasi suara anak NTB.
Ketua LPA. NTB, H. Sahan, SH, mengatakan ke depan perlu persiapan matang mulai dari desa, kabupaten hingga provinsi.
“Karena dalam proses ini anak anak akan berlomba dengan kreatifitas masing masing, ” katanya.
Sahan memaparkan isu terbesar di NTB adalah perkawinan anak yang mencapai 17,32 persen tahun 2023 atau jauh dibandingkan rata rata nasional.
Dalam kaitan ini peran forum anak menyuarakan dan menyosialisasikan kepada masyarakatat.
Kepala DP3AP2KB NTB, Nunung Triningsih, mengatakan sekira 30,7 persen penduduk NTB merupakan anak dari total 5,6 juta jiwa.
“Pemenuhan hak anak tanggung jawab semua pihak. Karena dibalik turunnya prevalensi perkawinan anak secara nasional, di NTB justru naik, ” cetusnya seraya menyebut darurat perkawinan anak
Nunung menilai kondisi anak sekarang masih memprihatinkan sehingga perlu partisipasi mengampanyekan stop kekerasan terhadap anak. “Kini kekerasan anak marak terjadi, ” ujarnya.
Melihat kasus kekerasan anak, Nunung mengatakan perlu keberanian untuk speack up agar pelaku mendapafkan efek jera.
Upaya pencegahan sendiri sudah dilakukan melalui regulasi, advokasi, sosialisasi dan pelibatan forum anak.
“Sebagai agen perubahan,pelopor dan. Pelapor, hal ini perlu simasiflan di tingkat desa, ” ujarnya.
Ketua 1 TP-PKK NTB, Hj.Lale Prayitni, menilai anak anak perlu jadi konselor sampai di tingkat desa sehingga Forum Anak perlu terbentuk di tingkat desa.
“Tanpa kita semua permasalahan tidak akan iaa teratasi, ” ujar Bunda Lale. Ian
Deklarasi Kades se Lombok Utara Warnai Launching Nol Perkawinan Anak
