LABOLATARIUM KETUHANAN
I.
Tuhan maha tinggi
seluas pikiran dan perasaannya
Saat ciptakan bumi yang membumi
Langit melangit.
Karena miliki pesona kuasa tak terbatas
Dia bisa saja reshuffle kabinet yang digenggamnya
Pun di tangan iman takdir dalam genggaman jemari nurani fitri Ilahi.
II.
Insan didukung akal bakal gunakan kekuatan doa
Diterbangkan ke langit Mu.
Puisi doa beralas ikhlas yang mengobar sabar
Pasti dikabulkan lewat tungku waktu tertentu
III.
Yakin sembari langkah doa selalu
di ulang — ulang seperti mengukir surat al Fatihah
Dia pun mengangguk dan menggeleng doa para insan
Tergantung yang berjantung iman
dan atau
Hanya otak yang menuding diri melihat rantai peristiwa yang gelap senyap
Tak tahu dari mana dia datang dan ke mana dia pulang?
IV.
Allah Maha Akbar
menghujani kesejukan kasih sayang pada insan dan makhluk ciptaanNya
Tanpa menuntut setetes gerimis balasan darimu.
Mengenal jati diri yang sejati tahulah kesadaran diri yang sungguh makrifat
Sehingga tak bisa berpaling dari MU.
Pulau Sumbawa di bawah kaki langit
Sabtu — batu tugu 14 Maret 2026
ESENSI dan DINAMIKA PERJALANAN
SPIRITUAL SEORANG INSAN UMAT MU
I.
Aku berpikir burung — burung pun
Mencari mimpi siang dan malam hari
Makhluk lain ciptaanMu kuda meringkik dan harimau mengaung di panas kemarau
dan dingin malam musim hujan.
II.
Jalan matahari di pijar sinar menyebar
Siang terang — benderang.
Jalan bulan pesta cahaya di sunyi misteri yang gelap gemerlap.
III.
Aku dan siapa pun berlari menuju timur matahari
Sore hari berbalik arah mengarah matahari pulang istirahat memahat makrifat.
Kau dan siapa pun berjalan cepat menuju barat matahari yang sekarat
Dikepagian esok berbalik arah melangkah cepat mengarah matahari mengelopak menabur sinar.
IV.
Flora dan.fauna merasakan melalui instink yang instan perjalanan perubahan hidup
Yang tak pernah redup.
Diam dalam sunyi tak mengukir pikir bermakna
Berarti dia telah mati semangat di tungku waktu.
Entah kapan kembali kesadaran hakiki
Mohon Tuhan buka pintu langit taubat Mu.
V.
Engkau yang menapasi hidup dan kehidupan
Tinggal pasrah sungguh ikhlas dalam dinamika hidup yang pijar sinar
Yang pentas cahaya dari Maha Cinta.
Yang sabda sunnah Nabi Penghabisan
Memberi safaat saat matahari menikam kening
Pusing pingsan badan – batin.
Saat kiamat melumat alam semesta
Pulau Sumbawa
di bawah kaki langit
Kamis – humanis 12. Maret 2026
BUKALAH PINTU LANGIT KEINSANAN MU
1.
Salam puisi hati nurani fitri
Hidup jempolan dan senyuman terhadap siapapun
Bersahabat badan,berkarib batin.
2.
Mata melihat yang menggelepar di pasir panas cepat disantuni
Sebaiknya jemari tangan kiri tak mengetahui
Perbuatan santun dan bijak tangan kanan.
3.
Telinga mendengar balita menangis
Segera diatasi lewat perhatian santun
Beralas ikhlas tanpa balas jasa.
4.
Adalah Dia maha akbar
Menuntun iman kita yang lurus
Sungguh rendah hati penuh pekerti
5.
Biarkan daun — daun berguguran ditiup angin musim kemarau galau
Saya sungguh tak menggerimis rindu padamu
Namun hujan cinta basahi dan luluhi badan.batinku pada Mu.
6.
Benteng perang yang terkokoh membaja iman membatin bersandar pada Allah SWT.yang menciptakan alam semesta cinta hanya pada MU Jua.
Sumbawabesar — NTB langit biru,laut biru
Selasa — rasa 10 Maret 2026
