4 Sekolah Swasta Di Lombok Timur Ditutup Karena Tak Ada Siswa

H. Hasni
banner 120x600

Selong, DS- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Pendidikan dan kebudayaan menutup empat sekolah swasta jenjang Sekolah Dasar dan SMP. Penutupan dilakukan karena empat sekolah itu tidak memiliki siswa.

” Penutupan ke empat sekolah tersebut karena tak memenuhi standar penyelenggaraan pendidikan alias tak lagi memiliki siswa,” ucap Plt Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Lombok Timur, H Hasni

Adapun sekolah yang di tutup tersebut yaitu 2 sekolah dasar (SD) yaitu SD Islam Terpadu Ittihadul Ummah Al-Akbar di Lenek, Kecamatan Lenek dan SD Islam Darul Khair NW Embung Ganang di Sambelia.

Sedangkan dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersebut yaitu SMP IT Al-Wustho Telaga Waru di Kecamatan Pringgabaya, serta SMP IT Islahul Ummah Hidayatullah di Padag Guar, Kecamatan Sambelia.

Penutupan empat sekolah tersebut tertuang dalam SK Nomor 100.3.3.2/1925/Dikbud/2025 yang ditandatangani Plt Kepala Dinas Dikbud Lotim pada 28 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

“Keputusan ini bukan diambil secara mendadak, tetapi merupakan tindak lanjut dari usulan Unit Pelaksana Teknis (UPT) kecamatan, setelah melalui verifikasi lapangan secara komprehensif,” ujarnya.

Dari hasil verifikasi itu, kata Hasni, sekolah-sekolah tersebut tidak lagi memenuhi standar minimum penyelenggaraan pendidikan formal. Bahkan, beberapa di antaranya telah berdiri puluhan tahun, namun tidak menunjukkan perkembangan signifikan dari segi jumlah murid maupun kualitas layanan.

“Salah satu penyebab menurunnya minat masyarakat adalah persaingan ketat dengan sekolah lain yang dinilai lebih berkembang, baik dari segi fasilitas, kualitas tenaga pendidik, maupun program pembelajaran,” sebutnya.

Selain itu, jarak antar sekolah yang terlalu dekat juga membuat beberapa lembaga pendidikan kesulitan menarik peserta didik baru.

Pendirian sekolah saat ini, tegas Hasni, ketentuannya sangat ketat, termasuk masalah jarak minimal 1,5 Km antar sekolah termasuk kecukupan populasi calon peserta didik.

” Sekolah yang ditutup justru berada sangat dekat dengan sekolah lain dan kurang diminati masyarakat,” jelasnya.

Karna itu, ia berharap penutupan ini tidak mengganggu layanan pendidikan karena lembaga-lembaga lain di sekitar lokasi masih mampu menampung kebutuhan belajar siswa.li