Selong, DS-Perkawinan anak selalu berdampingan dengan stunting. Sebagian besar kasus stunting akibat perkawinan anak. Karena itu, Kabupaten Lombok Timur miliki jurus mengatasi masalah tersebut, salah satunya melalui bimbingan pranikah.
Pj Bupati Lombok Timur, HM Juaini Taofik, ketika. menerima audiensi LPA NTB, menuturkan bahwaLombok Timur berada pada posisi 16,18 persen dari semula yang mencapai 36,7 persen dalam kasus stuntinf.
Ditarget tahun 2024 ditekan pada angka 14 persen. Langkah yang ditempuh adalah kolaborasi tindakan dengan berbagai pihak termasuk dengan NGO.
Menurut Juaini, selama ini salah satu faktor penyebab pelambatan penurunan stunting disebabkan perkawinan anak. Dibalik penderita stunting yang sudah by name by address dengan sebanyak 19.516 kasus, kata dia, pencegahan perkawinan anak merupakan langkah bagus yang bisa menekan angka stunting.
“Terlebih jika desa sudah memiliki Perdes pencegahan perkawinan anak,” katanya.
Ia mengemukakan pada kesehatan reproduksi (Kespro) terdapat Permenkes yang menyebut tidak boleh ada persalinan di Polindes. Pasalnya, Polindes sebatas berfungsi untuk pemeriksaan.
“Ini kalau berfungsi akan mengurangi kematian ibu dan bayi, ” katanya seraya menyebut kini semua persalinan harus di Puskesmas. Hal ini termasuk memudahkan dalam pendataan terhadap mereka yang melakukan persalinan.
Bimbingan Pranikah
Pada kesempatan yang sama, Kepala DP3APKB, H. Ahmat, memaparkan potensi menekan perkawinan anak sudah ada melalui wadah kelas remaja yang melibatkan KUA. Dalam wadah ini terdapat bimbingan pranikah.
“Itu dalam rangka pencegahan perkawinan anak, “ujarnya seraya menambahkan bahwa pihaknya mendorong remaja memiliki bimbingan pranikah dan sertifikat elsimil.
Jika seseorang menikah,kata dia, harus ada tiga instansi yakni Dukcapil, KUA dan DP3AKB. ” Ini akan jadi pilot project. Nikah di bawah umur tak boleh terima sertifikat elsimil,” tegasnya.
Selain itu, Ahmat mengatakan bahwa di seluruh desa di Lombok Timur akan ada kampung keluarga berkualitas.
“Kampung keluarga ini mendorong anak anak jadi berkualitas, ” ujarnya.ian














