Kekerasan Anak di Ponpes Sumbawa Telan Korban Puluhan Santri

Kekerasan terhadap anak di ponpes Sumbawa telan puluhan korban.
Salah satu pendampingan yang dilakukan Atul.
banner 120x600

Sumbawa, DS-Kasus kekerasan terhadap anak di lembaga pendidikan agama khususnya pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Sumbawa sejak 2022 hingga 2024 menelan puluhan korban.

Aktifis anak Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Sumbawa, Fatihaturrahmah, Sabtu (6/7), memaparkan kasus itu terjadi di tiga Ponpes tahun 2022 dan 2023 yang menelan korban puluhan anak. Sedangkan tahun 2024 terjadi di satu Ponpes.

Kasus pondok di Labangka mengakibatkan sebanyak 27 santriwati menjadi korban pencabulan oleh pimpinan pondok. “Kasus ini terjadi tahun 2023,” ujar Fitriatul.

Terdapat juga kasus di Pondok Pesantren AB dengan korban 1 santri dan pelaku 5 santri dalam kasus penganiayaan. Pun kasus di Pondok DM dengan korban 1 santri dan pelaku 3 santri.

Terbaru di tahun 2024 kasus yang terjadi di Pondok Pesantren di Lunyuk. Sebanyak 4 orang diduga menjadi korban pencabulan. Namun, para korban sudah bertebaran di berbagai daerah melanjutkan pendidjkan sehingga sulit ditangani kembali.

Menurut Fatihaturrahmah yang akrab disapa Atul,. sebagian besar kasus berakhir damai. Para korban ingin terus berkonsentrasi untuk belajar dan melanjutkan pendidikan. Namun, dibalik upaya upaya damai, dikhawatirkan masih terdapat kasus yang tersembunyi.

“Kasus di dalam ponpes baru akan terungkap jika ada satu korban yang berani speak up,” katanya seraya menambahkan beberapa kasus yang berada dalam dampingannya sebagian besar berujung damai.

Pada satu kasus, kata dia, semula hanya satu korban yang melapor. Setelah itu muncul saksi yang kemudian terungkap bahwa saksi itu pun korban.

“Malah mereka mendapatkan perlakuan salah lebih dari yang dialami oleh korban yang ngelapor, ” cetusnya.

Atul berharap kekerasan terhadap anak di lembaga pendidikan agama bisa segera berakhir menyusul terungkapnya beberapa kasus yang menarik perhatian masyarakat. . Ian

Deklarasi Kades se Lombok Utara Warnai Launching Nol Perkawinan Anak