Bupati KLU Dukung Gawe Gubuk di Bayan dan Jenggala

Djohan Sjamsu.
banner 120x600

LOMBOK UTARA, DS-Bupati Lombok Utara, Drs.H. Djohan Sjamsu mendukung program Gawe Gubuk di Desa Bayan dan Jenggala. Dalam rapat persiapan yang berlangsung di Ruang Rapat Pemkab Lombok Utara, Senin (2/9), Bupati menyebut program yang pernah berlangsung beberapa waktu lalu itu telah berkontribusi dalam penurunan perkawinan anak dan stunting.

Dalam rapat persiapan Gawe Gubuk itu hadir pula OPD layanan, Kades Bayan dan Jenggala, LPA NTB, dan stakeholder terkait.

Gawe Gubuk sendiri merupakan model layanan terintegrasi kepada kelompok rentan di desa, termasuk yang diarahkan dalam pencegahan perkawinan anak yang merupakan fokus program Berani II LPA-Unicef.

Bupati Djohan mengatakan Gawe Gubuk yang akan berlangsung di bulan September 2024 ini bisa dijadikan sebagai momentum awal pelarangan perkawinan anak dan stunting.

“Saat ini KLU mengalami penurunan stunting, ” kata Djohan gembira dan  mengaku akan berangkat ke Jakarta memenuhi undangan wakil presiden terkait stunting.

Dalam kesempatan itu, Bupati Lombok Utara juga memaparkan fenomena bahwa saat ini yang ditangisi anak-anak adalah handphone. Sementara handphone itu sendiri berdampak negatif jika disalahgunakan.

“Melalui program Gawe Gubuk saya minta disosialisasikan hal yang berkaitan dengan perkawinan di bawah umur, ” cetusnya.

Menurut Djohan, ranking kemiskinan dan stunting KLU sudah turun dibanding beberapa tahun sebelumnya.

“Kemiskinan di awal ranking 1 kini nomor 23,” katanya seraya berharap keterlibatan semua pihak dengan ikhtiar dan usaha. Karena itu, kerjasama tidak hanya dengan satu lembaga  melainkan banyak mitra yang bisa bergerak.

“Apa yang kita lakukan adalah agar bisa mencegah yang tidak kita inginkan. Sebagai kepala daerah saya dukung semuanya, ” ujar Djohan. Ian