Selong, DS-Gebyar PAUD tingkat Kabupaten Lombok Timur Tahun 2024 pada Sabtu (7/9), diwarnai launching gerakan sarapan sehat dan sekolah ramah anak. Kegiatan itu merupakan kerjasama Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur.
Diawali dengan Senam Rudat dan sarapan bersama di Halaman Kantor Bupati Lombok Timur, acara berlangsung penuh keceriaan bersama anak maupun guru.
Pj. Bupati Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik dan Pj. Ketua PKK yang juga merupakan Bunda PAUD Lombok Timur Hj.Nurhidayati Taofik — yang membuka acara — mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap keluarga besar pendidikan terutama pendidikan PAUD tidak berhenti berkarya dan terus berinovasi.
Juaini berharap agar para guru dapat menanamkan nilai integritas sejak dini dengan melatih anak-anak agar tidak mengambil hak orang lain dan menanamkan nilai-nilai moral yang tinggi. Selain itu, guru juga diharapkan dapat menyajikan konten atau materi yang lebih menarik sehingga bisa dipelajari dan diikuti oleh anak-anak.
Para guru pun diminta bersikap adaptif pada setiap perubahan, baik perubahan sosial, politik, dan ekonomi. “Dengan begitu keberlanjutan TK PAUD di Lotim akan tetap eksis dalam situasi apapun,” ujarnya.
Terkait sekolah ramah anak, Pj. Bupati mengingatkan pentingnya mencegah dan segera merespon setiap kasus perundungan. Mewujudkan sekolah ramah anak, kata dia, membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh semua pihak.
Sementara itu Pj. Ketua TP. PKK yang juga Bunda PAUD menyebut guru-guru PAUD sebagai manusia yang luar biasa, sebab sebagian waktu, pikiran, dan tenaganya telah dicurahkan untuk perkembangan dan pertumbuhan anak usia dini. Peran mereka diakuinya, tidak hanya memastikan setiap anak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan namun juga memastikan bahwa tumbuh dan kembang anak didiknya terpantau, tercatat, dan terdokumentasi dengan baik.
“Mereka juga melakukan pembiasaan-pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat seperti kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan kuku, kaki, kulit, rambut, gigi, hidung, telinga. Selain itu guru PAUD juga terbukti menjadi salah satu agen berbasis masyarakat yang mampu menjaga resiliensi gizi anak usia bawah dua tahun pada saat gempa Lombok pada tahun 2018,” paparnya.
Menurutnya, studi pasca bencana Gempa Lombok tahun 2018 menunjukkan dampak pelibatan guru PAUD pada pemberian suplemen makanan bergizi yang melibatkan secara kolaboratif sektor kesehatan dan sektor pendidikan, di mana makanan bergizi disediakan dan dipastikan keberadaannya oleh para pelaku di sektor kesehatan. Kemudian, disiapkan dan didistribusikan oleh guru PAUD setempat yang juga berperan sebagai bagian dari masyarakat yang terkena dampak.
Ia mengakui upaya tersebut mendukung penelitian sebelumnya yang mengidentifikasi pentingnya peran ketahanan masyarakat lokal dan penggunaan serta koordinasi sumber daya masyarakat yang efektif dapat membantu pemulihan masyarakat pascabencana.
Diingatkan agar guru-guru PAUD di Lotim meneruskan pengabdian mencerdaskan anak bangsa. Sementara kepada anak-anak ia berpesan agar menjadi anak yang beriman dan bertaqwa, cerdas, sehat, hormat kepada guru, dan patuh kepada orang tua.
Pada kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mendukung Gerakan Sarapan Sehat Anak PAUD (GASSAP) guna memastikan penerapan pemberian makan bergizi seimbang yang berbasis bahan pangan lokal dapat dilakukan secara bekelangsungan di satuan PAUD.
Penandatanganan komitmen bersama didahului oleh Pj. Bupati, kemudian diikuti Pj. Sekda, Bunda PAUD, dan sejumlah undangan baik pimpinan OPD, mitra-mitra strategis, orang tua, kepala sekolah PAUD, penilik, pengawas, kepala UPT Dinas Pendidikan di Lombok Timur. hmlt














