Selong, DS- Peringatan Hari Pahlawan ke – 79 Ahad, (10/11), bertema “Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu” tersebut berlangsung di Halaman Kantor Bupati Lombok Timur. Penjabat Bupati Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik bertindak sebagai Inspektur upacara dihadiri Pj. Sekda, para veteran, pelajar, ASN, TNI, dan Polri.
Sebelum membacakan amanat Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Pj. Bupati mengajak semua peserta upacara mengenang kembali sejarah perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan NKRI. Ia pun mengulik insiden di Surabaya pasca dirobeknya bendera Belanda pada tahun 1945 bertempat di Hotel Yamato atau yang sekarang dikenal sebagai hotel Majapahit.
Terlepas dari itu, Pj. Bupati pun meneruskan pidato Presiden Prabowo Subianto saat mengikuti Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah, untuk sama-sama berjuang dan memperkuat bangsa ini dengan cara menjadi teladan dan pahlawan bagi masyarakat, utamanya memerangi judi online dan narkoba.
Juaini juga mengingatkan agar seluruh ASN fokus pada tupoksi masing-masing. Menjelang Pilkada, Pj. Bupati menegaskan agar tetap menjaga konsistensi, disiplin dan meningkatkan integritas.
Sementara itu Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam amanatnya yang dibacakan Pj Bupati menyebut bahwa Bumi Nusantara ini banyak melahirkan sosok pahlawan dan para mujahid pemberani. Menteri menyebut mereka adalah patriot bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk mencapai Indonesia merdeka.
Dijelaskan pula bahwa tema peringatan hari pahlawan bermakna bahwa semua olah pikiran dan perbuatan harus senantiasa diilhami oleh semangat kepahlawanan dan warga NKRI harus memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan bangsa Indonesia. Terlebih dalam situasi global yang sukar diprediksi ini, maka perwujudan dalam mencintai negeri adalah dibuktikan dengan memperkuat jalinan kesetiakawanan sosial, memperkuat persatuan dan solidaritas sosial, serta menghidupkan kembali nilai sosial persaudaraan sesama anak bangsa.
Diyakininya proses perjuangan membangun bangsa senantiasa berbeda bentuknya dari tahun ke tahun. Hal itu terkait perubahan lingkungan strategis bangsa Indonesia. Karena itu semangat kepahlawanan harus menjalar pada semangat membangun, menciptakan kemakmuran masyarakat, mewujudkan perlindungan sosial sepanjang hayat, mewujudkan kesejahteraan sosial yang inklusif untuk rakyat dimanapun berada.
Ia menilai bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kemampuannya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuannya mengelola permasalahan sosial.
Terkait perkembangan zaman, Mensos mengatakan negara ini harus memberikan yang terbaik, disamping itu juga harus menjadi bangsa yang bermartabat dalam pergaulan global.
Menurutnya semua warga Indonesia memiliki kesempatan berjuang mempertahankan dan membangun negara ini.
Diharapkan peringatan Hari Pahlawan dari tidak sekadar ulang tahun yang berulang melainkan memunculkan semangat baru, serta sosok warga negara yang berhasil mengeluarkan inovasi baru untuk mengimplementasikan nilai kepahlawanan sesuai dengan tantanga saat ini. *














