20 Desa Di Lombok Timur Rawan Bencana Banjir dan Tanah Longsor

Mulyadi.
banner 120x600

Selong,DS- Menyikapi prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca buruk yang melanda sejumlah wilayah di NTB termasuk Lombok Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim menindaklanjutinya dengan melakukan mitigasi bencana.

Hasilnya, ada 20 desa di lima Kecamatan yang dinilai rawan bencana banjir dan tanah longsor. Lima kecamatan itu masing  Kecamatan Sambelia, Peringgabaya, Sembalun, Sikur dan Kecamatan Jerowaru.

“Dari lima kecamatan tersebut, titik rawan banjir ada di 20 desa,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Lotim, Lalu Mulyadi.

Mengantisipasi titik rawan banjir, terangnya, pihaknya telah melakukan mitigasi dengan melakukan tindakan pencegahan, yaitu membangun saluran pengarah banjir menuju Daerah Aliran Sungai (DAS), sehingga air hujan yang mengalir dari hulu tidak langsung ke pemukiman warga.

” Tak hanya membangun saluran, pencegahan juga dilakukan dengan melakukan normalisasi sungai dengan pengangkatan sedimen, sampah dan pembangunan bronjong. Dengan demikian sungai dapat berfungsi optimal menampung debit air hujan, ” ucapnya.

Kalak BPBD mengatakan,  selain melakukan mitigasi dan pembangunan bronjong, BPBD juga menindaklanjuti setiap laporan masyarakat, baik laporan bersifat kecil maupun besar  dengan melakukan penanganan langsung agar tak berdampak ke perkampungan warga ketika terjadi curah hujan tinggi

“Hal-hal kecil yang dilaporkan masyarakat langsung kita tangani. Ini juga cukup efektif mencegah bencana banjir yang lebih besar, seperti menangani saluran irigasi yang tersumbat,” ujarnya.

Mulyadi mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dini, ketika terjadi hujan, mengurangi aktivitas di aliran sungai, serta memperhatikan peringatan dini dari BMKG.

“Hal-hal kecil yang bisa kita lakukan yaitu, tidak membuang sampah ke aliran drainase dan sungai. Karena itu yang menyebabkan aliran arus air meluber ke pemukiman,” pesannya.

Selain itu, warga juga diimbau untuk segera melapor ke pemerintah terdekat ketika ada persoalan lingkungan pemicu banjir yang membutuhkan penanganan.

“Segera laporkan ke BPBD, Damkarmat, Sar dan Pemerintahan terdekat, jika butuh rehab rekons bisa langsung bersurat,”imbuhnya.li