Selong, DS- Ikatan Pemuda Dusun Perenang (IPDP), Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Lombok Timur (Lotim), menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan minat baca anak-anak dan mengurangi penggunaan gadget. Pada hari libur sekolah, mereka membuat kegiatan pojok baca.
“Alhamdulillah hari ini merupakan bulan ketiga kami mengadakan pojok baca. Dan program pojok baca di berugak literasi ini semakin diminati oleh adik-adik kami,” terang Salah satu pengurus IPDP, Khairul Majdi
Kata dia, pada pojok baca di akhir bulan ketiga ini, anak-anak tidak hanya membaca dan belajar di berugak literasi dusun, mereka juga diajak untuk membaca buku di luar, yakni di destinasi wisata pantai Sunrise Land Lombok (SLL).
Kegiatan baca buku di tempat wisata ini dilakukan agar anak-anak tidak bosan dengan kegiatan membaca buku di dusun atau berugak literasi. Melalui pojok baca di tempat wisata ini memberikan suasana baru bagi anak-anak untuk meningkatkan semangat belajar.
“Kalau mereka hanya membaca di dusun, mungkin akan cepat bosan, makanya sesekali kami bawa mereka membaca di luar supaya mereka tetap hadir membaca buku di tempat yang sudah kami siapkan,” katanya.
Kata dia, pojok baca di pantai mengajak anak-anak membaca buku terlebih dahulu sekitar 30-35 menit, kemudian diberikan edukasi tentang manfaat membaca buku.
Selanjutnya anak-anak akan diajak bermain permainan tradisional dan terkahir dilanjutkan dengan mandi di pantai.
Ia mengakui , pelaksanaan pojok baca di tempat wisatasangat diminati oleh anak-anak. Bahkan 90 persen anak yang menjadi sasaran program ini hadir membaca buku. Diharapkan melalui langkah ini kegiatan pojok baca ini akan ditunggu-tunggu oleh anak-anak.
Membaca buku di luar direncanakan minimal dua bulan sekali dengan harapan anak-anak tetap rajin datang di berugak literasi untuk membaca buku sesuai jadwal yang sudah ditentukan setiap dua kali sebulan.
“Mudahan-mudahan dengan adanya program membaca buku di tempat wisata ini anak-anak semakin senang hadir untuk membaca buku. Kami ingin anak-anak ini mencintai buku dan mengurangi penggunaan gadget,”katanya.
Ia mengatakan meningkatkan minat baca pada anak-anak tidak mudah, namun paling tidak dengan program ini, waktu anak bermain gadget sedikit berkurang.li














