Seorang guru SMPN 3 Woha, Basri, membujuk untuk menikmati ikan bakar Bima begitu telapak kaki menapak tanah bermotto Maja Labo Dahu itu.
Tanggal 19 September 2025, diwarnai senja yang meniupkan semilir angin dan warna langit berkawan serpihan awan, Pantai Kalaki menyuguhkan irama yang selaras dengan lapak-lapak yang berjajar memanjang seolah menyambut ramah setiap langkah.
Sore hari menjadi waktu yang tepat menikmati sajian khas ikan bakar berkawan sayur bening dan pelecing. Sembari bercakap keadaan masa kini dan nostalgia masa lalu, Pantai Kalaki mengusir rasa penat dan lelah dari ruang kerja.
Lapak-lapak terbuka yang sederhana berada di sepanjang pesisir pantai atau berseberangan dengan lokasi pemilik lapak dalam mengolah bahan makanan siap saji. Pola ini membuat areal Pantai Kalaki menjadi lebih terjaga kebersihannya.
“Ini.sudah ditata sejak lima tahun lalu, ” kata Basri.
Semula tidak ada lapak pedagang. Namun, di tengah lautan nampak perahu nelayan dengan sejumlah bagan. Di sepanjang pesisir pembatas beton setinggi tiga memerangkap ombak.
“Sekarang ikan tak sebanyak dulu. Apa yang dijual pedagang berasal dari sudut-sudut lain di Bima, ” kata Basri.

Pantai Kalaki berada di Desa wisata Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Kawasan ini merupakan pusat moda trasportasi udara Bandahara Sultan Muhammad Salahuddin. Untuk menuju kawasan ini dibutuhkan waktu sekira 10 menit berkendara dari pusat Kota Bima.
Kawasan ini menjadi jalur lintasan yang sangat berharga bagi para pedagang karena hampir setiap pengunjung bersentuhan langsung dengan areal ini. Selain sajian ikan bakar, terdapat juga kelapa muda dan minuman lain dengan jumlah lapak memanjang hingga 1,5 kilometer.
Kabupaten maupun Kota Bima kaya dengan obyek wisata pantai seperti Pantai Lambu, pun Pantai Lawata dengan pemandangan teluk.
Terdapat pula Pantai Lariti, Pantai Wane dengan air yang cukup jernih dan Pantai Sori Nehe. Setidaknya, deretan pantai ini menjadi lokasi nangkring pemuda dan masyarakat yang dituju setiap waktu. .
Di Pantai Kalaki, senja hari adalah momen mengabadikan kehadiran berburu nuansa alam ketika matahari pelan-pelan turun ke Pembaringan. Spot foto dengan latarbelakang keindahan alam itu menjadi kenangan yang membuat setiap orang yang datang terbujuk kembali lagi. rrabbah














